Search
Close this search box.

USWAH: Musuh Nabi yang Jadi Pahlawan Islam

Ilustrasi./via rri.co.id/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS – Ikrimah merupakan seorang bangsawan Quraisy yang dihormati, kaya, dan berasal dari keturunan ningrat.

Pemilik nama lengkap Ikrimah bin Abu Jahal Radhiallahu ‘anhu ini adalah lelaki yang dihormati kaumnya sebelum balig. Ia merupakan junjungan bagi kaumnya, lelaki yang terhormat, ditaati, dan mempunyai pangkat serta kekuasaan.

Kalaulah tidak terhalang oleh sikap ayahnya yang sangat keras menentang Islam, mungkin Ikrimah telah masuk Islam lebih awal, sebagaimana putra-putra Mekah yang berpandangan luas dan maju, seperti Saad bin Abi Waqqash dan Mush’ab bin Umair.

Ia dikenal sebagai musuh Rasullah, hal tersebut dilakukan karena didorong oleh sikap keras ayahnya yang sangat membenci Nabi. Oleh sebab itu, Ikrimah turut memusuhi Rasulullah lebih keras lagi dan menganiaya para sahabat lebih kejam dan bengis, untuk menyenangkan hati ayahnya.

Sejak kematian ayahnya dalam Perang Badar, sikap dan pandangan Ikrimah terhadap kaum muslim berubah. Kalau dulu ia memusuhi kaum muslim lantaran untuk menyenangkan hati ayahnya, kini ia memusuhi kaum muslim karena dendam atas kematian ayahnya. Dendam itu ia lampiaskan dalam Perang Uhud.

Sering Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya merasakan gangguan dan pengingkarannya. Akan tetapi, suatu hari beliau berharap dia masuk Islam. Beliau bersabda:

“Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan ‘Amr bin Hisyam atau ‘Umar bin Khattab.”

Ketika Perang Khandaq meletus, kaum musyrik Quraisy mengepung kota Madinah selama berhari-hari. Ikrimah bin Abu Jahal tak sabar dengan pengepungan yang membosankan itu.

Lalu, ia nekad menyerbu benteng kaum muslim. Usahanya sia-sia, bahkan merugikannya hingga ia lari terbirit-birit di bawah hujan panah kaum muslim.

Ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Mekah), kaum Quraisy memutuskan tidak akan menghalangi Rasulullah dan kaum muslim masuk kota Mekah. Tapi Ikrimah dan beberapa orang pengikutnya tak mengindahkan keputusan itu.

Baca Juga :  Banyak Temuan di Lapangan, Asep Romy Soroti Pengawasan yang Dilakukan BPOM

Mereka menyerang pasukan besar kaum muslim. Namun, serangan itu dapat dipatahkan oleh Panglima Khalid bin Walid. Ikrimah melarikan diri ke Yaman lantaran takut dihukum mati oleh Rasulullah.

Ummu Hakim, istri Ikrimah, menemui Rasulullah untuk meminta ampunan. Rasulullah memenuhi permohonan itu. Maka Ummu Hakim pun berangkat menyusul Ikrimah.

Setelah bertemu dengan Ikrimah di tempat pengasingannya, Ummu Hakim membujuk suaminya agar mau kembali ke Mekah. Ummu Hakim juga mengabarkan bahwa Rasulullah telah mengampuni dan memaafkannya.

Ketika Ikrimah dan istrinya hampir tiba di kota Mekah, Rasulullah berkata kepada para sahabat, “Ikrimah bin Abu Jahal akan datang ke tengah-tengah kalian sebagai mukmin dan muhajir. Karena itu, janganlah kalian memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup. Padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal.”

Ketika Ikrimah dan istrinya memasuki majelis Rasulullah, beliau menyambutnya dengan gembira. Ketika Rasulullah duduk kembali, Ikrimah duduk pula di hadapan beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya.

Setelah itu, Ikrimah memohon kepada Rasulullah untuk mendoakannya agar Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya yang telah lalu. Rasulullah pun memenuhi permintaan Ikrimah itu.

Maka wajah Ikrimah pun berseri-seri. Kemudian ia berkata, 

“Demi Allah, ya Rasulullah. Tak satu sen pun dana yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini akan saya tebus dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda untuk menegakkan agama Allah. Dan tak seorang pun kaum muslim yang telah gugur di tanganku, melainkan akan kutebus dengan membunuh kaum musyrik berlipat ganda, demi untuk menegakkan agama Allah.”

Sejak itu, Ikrimah menggabungkan diri ke dalam barisan dakwah sebagai anggota pasukan berkuda yang cekatan dan gagah berani di medan perang. Di samping itu, Ikrimah juga menjadi seorang ahli ibadah dan pembaca Al Quran yang tekun di masjid.

Baca Juga :  Anak Perempuan Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal,

Ketika terjadi Perang Yarmuk, Ikrimah maju berperang seperti kesetanan. Melihat tindakan nekat itu, Khalid bin Walid, yang menjadi panglima pasukan segera mengejar dan berkata:

“Ikrimah, kamu jangan bodoh! Kembali! Kematianmu adalah kerugian besar bagi kaum muslim.”

Namun Ikrimah tidak mempedulikan peringatan tersebut. “Biarkan saja, ya Khalid. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang telah lalu. Aku telah memerangi Rasulullah di beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam, aku lari dari tentara Romawi ini? Tidak, sesekali tidak!” Kemudian dia berteriak, “Siapakah yang berani mati bersamaku?”

Beberapa orang segera melompat ke samping Ikrimah, kemudian menerjang ke depan, menghalau pasukan lawan yang terus maju. Akhirnya, walau korban berjatuhan, mereka berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan kemenangan yang gemilang.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka menderita luka yang sangat parah; Al-Harits bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harits meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. “Berikan dulu kepada Ikrimah,” kata Al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. “Berikan dulu kepada Ayyasy!” ujarnya.

Ketika air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah meninggal. Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal pula. @fen/sumber: rri.co.id

Baca Berita Menarik Lainnya :