Search
Close this search box.

VISI | Umat Makin Cerdas

Bagikan :

Oleh Ust. Akbar W. Kusumah

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعْمَالِكُمْ رواه مسلم.

TERNYATA pesan sabda Rasulullah SAW bahwa Allah SWT tidak melihat jasad ( keturunan siapa dari mana, habib atau bukan, sayyid, syarif atau sjam, raja atau rakyat, berpangkat atau tidak) Allah tidak melihat itu semua,

Allah juga tidak melihat suara kita (pandai bicara, jago beretorika, pidato hebat, orasi menggelegar), Allah tidak melihat itu semua,
tapi Allah SWT melihat hati yang ikhlas dalam beramal baik, bukan beramal pura-pura baik, beramal pura-pura ikhlas demi meraih tujuan.

Umat mulai cerdas menilai, bahwa pakaian jubah, sorban dan asesoris lainnya tidak merepresentasikan ke’aliman atau kecerdasan seseorang, mungkin akibat banyaknya oknum yang memakai atribut agama seperti jubah, sorban, kopiah, tasbih (di pakai agar terlihat saleh) tapi bertujuan menipu dan memeras harta dengan kedok agama atau kedok dhuriyah (ahirnya masyarakat tahu bahwa kedok atau pakaian tidak merepresentasikan ke’aliman).

Umat juga cerdas menilai, bahwa yang pandai bicara, pintar beretorika, hebat orasinya, ternyata belum tentu sesuai dengan perbuatan keseharian pribadinya (mungkin banyak kejadian tokoh atau siapapun yang pandai bicara dan cerdas beretorika bahwa ceramah tapi kenyataannya ternyata oknum untuk menipu umat)

Jadi kesimpulannya jangan tertipu oleh kedok atau gaya bicaranya tapi lihat perbuatannya amaliyahnya keseharian, itu hakikat keaslian seseorang.***

  • Penulis, Humas LTN NU Kab Bandung.

Baca Berita Menarik Lainnya :