VISI.NEWS | BOGOR – Sejumlah warga kawasan Puncak, Bogor, menghadang alat berat pada Senin siang, (26/8/2024), sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembongkaran bangunan yang dinilai tebang pilih. Insiden ini terjadi di depan Restoran Asep Stroberi, sebuah tempat makan terkenal yang tetap berdiri kokoh meski bangunan di sekitarnya sudah dibongkar.
Kejadian tersebut bermula saat alat berat milik pemerintah daerah tiba di lokasi untuk melanjutkan pembongkaran bangunan-bangunan yang dianggap melanggar aturan tata ruang di kawasan wisata tersebut. Namun, ketika alat berat hendak melewati Restoran Asep Stroberi, warga yang merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut langsung menghadang dan menuntut penjelasan dari pihak berwenang.
Protes ini mengundang perhatian pengguna jalan yang tengah melintas di jalur Puncak, sehingga sempat terjadi kemacetan parah. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi berusaha menenangkan massa dan membuka kembali akses jalan yang sempat terblokir.
Baca Juga : Pemkab dan DPRD Bogor Tetapkan Perubahan APBD 2024 dalam Rapat Paripurna
Pihak pemerintah daerah yang diwakili oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Mulyadi, menjelaskan bahwa pembongkaran Restoran Asep Stroberi masih dalam tahap kajian. “Kami sedang mengkaji ulang izin dan regulasi terkait bangunan ini. Kami mengerti kekhawatiran warga, dan kami akan mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan hasil kajian tersebut,” ungkap Mulyadi.
Meski begitu, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Warga menegaskan akan terus melakukan aksi hingga ada kepastian hukum yang jelas mengenai status restoran tersebut. Situasi di lokasi kini berangsur kondusif setelah alat berat dipindahkan dari area tersebut, namun pihak berwenang tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi kerusuhan lebih lanjut.
@rizalkoswara