VISI.NEWS | BANDUNG – internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari bagi banyak orang. Meskipun memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, pengguna internet diimbau untuk tetap waspada agar tidak terjebak dalam penipuan yang banyak beredar.
Salah satu bentuk penipuan yang kini sedang marak adalah phishing, yaitu penggunaan tautan palsu. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, phishing biasanya dilakukan dengan teknik rekayasa sosial dan menargetkan korban yang kurang berhati-hati saat mengklik tautan.
Para pelaku phishing cenderung menyamar sebagai individu atau entitas yang dapat dipercaya. Mereka mengirimkan pesan berisi tautan yang menawarkan hadiah atau penawaran menarik lainnya kepada calon korban. Jika pengguna tidak waspada, data pribadi dan uang dalam dompet digital dapat lenyap dalam sekejap.
link phishing umumnya memiliki pola yang berbeda dibandingkan link biasa. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan untuk menghindari kejahatan siber ini.
- URL yang Mencurigakan
Langkah awal yang harus Anda lakukan saat menerima link yang mencurigakan adalah memeriksa domain awal link tersebut. Menurut metacompliance.com, link yang aman biasanya dimulai dengan https://. Jika tidak, besar kemungkinan link tersebut merupakan phishing. - Kesalahan Ejaan dan Grammar
Seringkali pelaku phishing mengirimkan pesan panjang yang tidak profesional dan mengandung banyak kesalahan ejaan serta tata bahasa. - Permintaan Data Pribadi
Pelaku phishing biasanya akan berusaha mendesak korbannya untuk memberikan informasi pribadi. Jika mendapati situasi seperti ini, Anda harus dengan tegas menolak permintaan tersebut. - Pesan yang Terlihat Mendesak
Selain mengirim spam, pelaku juga sering kali membuat korban merasa panik supaya mereka terpaksa mengklik link palsu yang diberikan. - Penipuan Menggunakan DANA
Belakangan ini, penipuan dengan menggunakan link palsu semakin meningkat. Beberapa penipu bahkan memanfaatkan nama dompet digital DANA untuk menipu melalui media sosial. Modus yang digunakan adalah mengirimkan link pemulihan akun DANA melalui pesan singkat atau media sosial dengan kata-kata mendesak yang membuat korban merasa perlu segera memulihkan akun DANA mereka. Namun, jika diikuti, saldo DANA Anda bisa hilang dalam sekejap.
@ffr