USWAH: Romantisnya Rasulullah Saw Bersama Istri-istrinya (2/Habis)

Editor :
Ilustrasi./via hidayatullah.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Beliau Nabi Muhammad ﷺ juga sangat sabar dan berusaha membahagiakan istri selama dalam hal yang tak terlarang.

Suatu saat Abu Bakar datang ke rumah Nabi, waktu itu beliau sedang tertutup dengan baju karena ada dua perempuan muda yang sedang menabuh gendang di depan Aisyah, lalu Abu Bakar kaget dan mencegahnya. Nabi Muhmmad ﷺ pun melarangnya seraya berkata:

“Biarkan mereka berdua! Ini adalah hari raya.” (HR: Bukhari).

Bahkan dengan mesra, Nabi Muhammad ﷺ sempat bersama Aisyah menyaksikan atraksi perang budak Sudan di masjid.

Aisyah bercerita: “Saat Hari Raya ‘Ied, biasanya ada dua budak Sudan memperlihatkan kebolehannya mempermainkan tombak dan perisai. Maka adakalanya aku sendiri yang meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ, atau beliau yang menawarkan kepadaku, ‘Apakah kamu mau melihatnya?’ Maka aku jawab, ‘Ya, mau.’

Maka beliau menempatkan aku berdiri di belakangnya, sementara pipiku bertemu dengan pipinya sambil beliau berkata, ‘Teruskan hai Bani Arfadah!’ Demikianlah seterusnya sampai aku merasa bosan lalu beliau berkata, ‘Apakah kamu merasa sudah cukup?’ Aku jawab, ‘Ya, sudah.’ Beliau lalu berkata, ‘Kalau begitu pergilah.’ (HR: Bukhari).

Jika istri marah, beliau dengan sabar menenangkan dan meredam kemarahan istrinya. Bahkan, beliau mengajarkan doa meredam kemarahan kepada istrinya.

Ummu Salamah pernah diajari Nabi Muhammad ﷺ doa meredam kemarahan.

اللَّهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ مَا أَحْيَيْتَنَا

“Ya Allah Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkan kemarahan hatiku, anugerahkan padaku pahala dari fitnah-fitnah yang menyesatkan, selama Engkau menghidupkan kami.” (HR: Ahmad).

Terkadang, beliau juga tak sungkan memuji istrinya. Suatu saat Rasulullah ﷺ memuji Aisyah: “Sesungguhnya keutamaan Aisyah atas semua wanita adalah seperti tsarid (adonan roti paling enak saat itu) atas segala makanan.’(HR: Muslim).

Pujian yang proporsional terhadap istri memang bisa membuat rumah tangga menjadi langgeng.

Manusia pilihan ini, tak malu menyatakan cinta serta merasa bahagia dengan istrinya. Rasulullah ﷺ berkata tentang Khadijah: “Sungguh aku dikaruniai cintanya.” (HR: Muslim).

Pernah juga saat beliau ditanya Amru bin Ash mengenai istri yang paling dicintai.Beliau Nabi ﷺ menjawab, ‘Aisyah.’ (HR: Bukhari, Muslim).

Meski beliau sangat baik dalam memperlakukan istri-istrinya, tapi beliau juga tegas ketika istrinya berbuat salah. Suatu saat istri-istrinya demo meminta sesuatu yang tak dimiliki Rasulullah ﷺ. Mereka meminta nafkah lebih.

Dengan tegas Rasulullah ﷺ menolak, bahkan memberi pelajaran berharga pada mereka.

Beliau berpisah dari mereka selama satu bulan. Kisah ini bersesuaian dengan turunnya Surah Al-Ahzab: 28 (HR. Muslim). Dengan ketegasan ini akhirnya mereka sadar bahwa mereka bersalah, dan tak mau mengulanginya lagi.

Intinya, hubungan Nabi Muhammad ﷺ dengan istrinya benar-benar menggambarkan keluarga teladan yang berorientasi akhirat. Dan itu yang dilakukan Nabi dalam berinteraksi bersama mereka. @fen/sumber: hidayatullah.com/mahmud budi setiawan

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komnas Minta Menag Petakan Skenario Haji 2021

Kam Jan 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj mengatakan, sampai saat ini pemerintah Arab Saudi belum memutuskan tahun ini ibadah haji dapat diselenggarakan. Jika melihat kasus Covid-19 masih tinggi sulit ibadah haji diselenggarakan secara normal. “Belum ada keputusan haji tahun 2021 ini akan tetap diselenggarakan secara normal, terbatas, […]