Search
Close this search box.

Dindin Syahidin, KDKMP Sulap Sampah Jadi Peluang Usaha Masyarakat di Kabupaten Bandung

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI NEWS | KAB. BANDUNG – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, menyebut semangat membangun kesejahteraan masyarakat desa terus ditunjukkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini mulai bergerak di berbagai sektor usaha. Hal itu disampaikannya di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Selasa (12/5/2026).

Menurut Dindin, dalam kurun waktu delapan hingga sepuluh bulan sejak diluncurkan Presiden pada 21 Juli 2021, perkembangan program KDKMP dinilai berjalan relatif baik dan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

“Perkembangannya relatif baik. Saat ini masyarakat mulai merasakan manfaatnya karena koperasi tidak hanya bergerak di satu sektor, tetapi sudah mulai berkembang sesuai potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung bahkan menjadi daerah pertama yang merekrut pendamping khusus untuk KDKMP sebelum program serupa dilakukan kementerian. Pendamping tersebut direkrut sejak Oktober 2025 atas arahan bupati agar koperasi desa dapat segera beroperasi dan berkembang lebih cepat.

Berbagai usaha pun mulai tumbuh melalui koperasi desa tersebut. Selain bergerak di sektor sembako dan layanan simpan pinjam, sejumlah KDKMP kini mulai mengembangkan usaha pengelolaan sampah yang dinilai unik sekaligus menjanjikan secara ekonomi.

Dalam program itu, sampah rumah tangga warga dikumpulkan lalu dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara botol plastik dan bahan lainnya dijual kembali atau dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Program pengelolaan sampah ini sudah berjalan di tiga lokasi dan menjadi salah satu pionir pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat,” kata Dindin.

Ia menilai, pola tersebut perlahan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Warga yang sebelumnya menganggap sampah sebagai persoalan lingkungan kini mulai memahami bahwa limbah juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi anggota koperasi.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026

Selain itu, koperasi juga mulai dilibatkan dalam mendukung kebutuhan SPPG. Produk peternakan seperti ayam dan telur diproyeksikan menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan pola kerja sama dengan Bank BJB agar pelaku usaha koperasi memperoleh dukungan pembiayaan usaha.

Saat ini tercatat terdapat 110 gerai sembako, 23 layanan simpan pinjam, dua klinik desa, tiga unit pengelolaan sampah, serta 22 unit pendukung SPPG yang telah berjalan. Seluruh pengurus koperasi juga telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan melalui dukungan anggaran APBD.

Melalui pengembangan berbagai sektor usaha tersebut, program KDKMP diharapkan tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap. @ihda

Baca Berita Menarik Lainnya :