Search
Close this search box.

Ace Hasan Ajak Perangi Hoax

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu dan melawan hoax alias berita bohong. “Karena selama ini berita hoax sudah sangat luar biasa diproduksi dan didistribusikan untuk menciptakan kebencian kepada Pemerintah,” kata Ace saat memberikan pemaparan pada Diseminasi Pembatalan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M di Hotel Aston Pasteur, Bandung, Kamis (22/10/2020).

Menurut Ace, informasi palsu yang menyebutkan seolah-olah dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur adalah bagian dari berita hoax yang sengaja disebarkan untuk menggiring opini masyarakat bahwa Pemerintah melakukan kesalahan dalam tata kelola keuangan umat. “Padahal kenyataanya tidak begitu, dana haji yang saat ini mencapai 139 Triliun dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan itu aman,” katanya sembari menyatakan bahwa jaminan terhadap keamanan dana haji itu sudah dinyatakan langsung oleh BPKH yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR RI.

Bukan hanya itu, berita hoax yang kini marak beredar juga terkait dengan pengesahan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dituding akan menyengsarakan pekerja atau buruh. Padahal RUU Cipta Kerja memang didesain bukan untuk menciptakan buruh melainkan mendorong lahirnya para wirausaha baru yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Kenapa saya katakan demikian? Karena persyaratan untuk membuat usaha itu sekarang sangat mudah, semua izin dipangkas. Jadi kalau mau membuat usaha mikro tidak perlu izin-izin segala, cukup daftar aja. Itulah yang saya maksud bahwa RUU Cipta Kerja akan mendorong lahirnya para wirausaha baru,” ujarnya.

Untuk membendung berita-berita hoax yang dapat menyesatkan masyarakat, Ace mengajak para peserta diseminasi yang terdiri dari para kepala KUA, penghulu, penyuluh dan para unsur pegawai lainnya di lingkungan Kementerian Agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Karena Bapak-bapak semua adalah garda terdepan di lingkungan Kementerian Agama yang memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jika ada berita yang belum jelas kebenarannya, check and rechek, tabayun dulu, sehingga berita-berita hoax yang beredar di tengah masyarakat bisa kita hapuskan,” demikian Ace Hasan Syadzily.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :