Search
Close this search box.

Akibat Drainase Rusak, Sejumlah Pemukiman Warga di Ciparay Terancam Banjir

Drainase yang tersumbat oleh sampah./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Saluran tersumbat dan kapasitas kurang di sejumlah titik padat aktivitas, saluran tertutup sedimen dan sampah, sementara dimensi saluran tidak sebanding dengan debit limpasan dari permukiman dan lainnya.

Hal ini berdasarkan dari pemeliharaan tidak rutin dan pembersihan lebih banyak bersifat reaktif (setelah banjir/genangan) ketimbang preventif terjadwal. Ditambah infrastruktur terputus dengan adanya segmen saluran yang berhenti tiba-tiba atau berubah penampang karena proyek berbeda tahun tanpa integrasi desain.

Perilaku buang sampah masyarakat dan pelaku usaha lainnya yang masih membuang sampah ke selokan, turut mempercepat pendangkalan.

Dalam dua musim hujan terakhir, warga di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung melaporkan genangan yang bertahan lama di sekitar wilayah jalur penghubung antardesa, dan kantong permukiman padat.

Disisi lain, penyebab drainase tersumbat akibat bangunan diantaranya :

Material pecahan batu, pasir, dan sisa konstruksi lainnya seringkali masuk ke dalam saluran drainase saat pembangunan, menyumbat aliran air.

* Penyempitan Saluran:
Proyek pembangunan, terutama yang melibatkan penggalian atau konstruksi di sekitar saluran drainase, dapat menyebabkan penyempitan saluran, mengurangi kapasitasnya untuk menampung air.

* Perencanaan Drainase Buruk:
Kurangnya perencanaan yang matang mengenai sistem drainase sebelum dan selama pembangunan dapat menyebabkan masalah drainase yang berkelanjutan.

* Perubahan Tata Letak:
Pembangunan yang mengubah tata letak area, seperti mengubah lahan hijau menjadi area bangunan, dapat mempengaruhi aliran air alami dan menyebabkan masalah drainase.
Dampak Drainase Tersumbat Akibat Bangunan:

* Banjir dan Genangan:
Saluran drainase yang tersumbat tidak dapat mengalirkan air hujan dengan baik, menyebabkan banjir dan genangan air di sekitar area bangunan.

* Kerusakan Jalan dan Bangunan:
Genangan air yang berkepanjangan dapat merusak permukaan jalan, menyebabkan lubang dan retakan, serta merusak struktur bangunan.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 12 Maret 2026

* Gangguan Lalu Lintas:
Banjir dan genangan air dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, menyebabkan kemacetan dan keterlambatan.

* Dampak Lingkungan:
Air yang tergenang dapat menjadi sarang nyamuk, menyebabkan masalah kesehatan, dan mencemari lingkungan sekitar.

Risiko penyakit ketika genangan yang bertahan lama berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, meningkatkan kekhawatiran demam berdarah.

“Kami menerima laporan dari beberapa warga, memang akhir-akhir ini di kampung Jongor Desa Serangmekar Kecamatan Ciparay, ketika musim penghujan aliran air masuk ke pemukiman, dan banjir merendam beberapa rumah,” ujar seorang pengurus RW, Rabu (13/8/2025).

Ia menyayangkan dengan berdirinya beberapa bangunan baru, yang tidak memperhatikan aspek sekitar lingkungan.

“Ketika mendirikan toko, mini market, rumah dan lain-lain, itu harus dikaji betul-betul jangan sampai ketika sudah berdiri bangunan menimbulkan masalah, seperti menutup drainase dengan beton, efeknya ini terasa ke warga terdekat,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan kondisi yang bersifat darurat pihak terkait perlu melakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam penanganan, diantaranya:

1. Normalisasi darurat, pengangkatan sedimen dan sampah di titik rawan, membuka bak kontrol, dan menyambungkan segmen terputus sementara dengan talang/pipa transisi.

2. SOP musim hujan, tim respons cepat dengan peralatan sedot lumpur portabel dan jadwal inspeksi mingguan.

3. Penataan area usaha mikro, sediakan kontainer sampah dekat klaster pedagang, dengan pengangkutan lebih sering saat akhir pekan.

Audit jaringan & pemetaan, survei elevasi dasar saluran, audit kapasitas, dan penyusunan peta jaringan primer–sekunder–tersier terintegrasi.

Standar desain terpadu, terapkan standar penampang, elevasi, dan material agar proyek lintas tahun tetap kompatibel.

Dokumentasi digital proyek, semua pekerjaan drainase wajib terdokumentasi digital (as-built) dan dibuka ke publik agar pelaksanaan tahun berikutnya kompatibel.

Baca Juga :  Dosen Tel-U Gelar Bersihkan Masjid-Masjid di GBA 1

@gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :