Akibat Penerimaan BSU Dobel, Ribuan Guru Madrasah Diminta Mengembalikan Dana Rp 1,8 Juta/Orang

Editor Ketua DPW PGM Jabar, Hasbulloh. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Ribuan guru madrasah di Jawa Barat (Jabar) diminta agar mengembalikan dana sebesar Rp. 1,8 juta per orang, terhadap Kementerian Agama (Kemenag) akibat penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dobel di Tahun 2021.

Ketua DPW Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Jabar, Hasbulloh membenarkan permintaan tersebut, namun menurutnya proses verifikasi data penerima hingga pencarian yang diterima ribuan guru madrasah itu, langsung dilakukan oleh Kemenag pusat.

“Betul mereka mendapat bantuan dobel dan harus dikembalikan dan harus dikembalikan pada Kemenag pusat di tahun 2022, namun pendataan dan verifikasi itu dilakukan oleh Kemenag pusat,” katanya.

Hasbulloh mengungkapkan, sebanyak kurang lebih lima ribu guru madrasah di Jabar, menerima BSU dobel, untuk itu, pengurus PGM di kota dan kabupaten se-Jabar, diminta untuk mendampingi para guru madrasah.

“Kesalahan itu bukan pada guru madrasah, tapi akibat dugaan kelalaian Kemenag pusat, sehingga terjadi penerimaan BSU dobel,” ungkapnya.

Kepada VISI.NEWS Senin (3/1/22), Hasbulloh menjelaskan, guru madrasah di Jabar, tidak menyangka bakal menerima bantuan instensif GBPNS secara bersamaan di tahun 2021.

“Jadi para guru madrasah ini menerima BSU Prakerja dan BSU Ketenaga Kerjaan dalam waktu bersamaan atau satu mata anggaran yang sama, dan ternyata itu tidak boleh,” jelasnya.

Seharusnya, lanjut Hasbulloh, seleksi dan verifikasi sudah selesai di tingkat pemangku kebijakan, terlebih di Kemenag pusat terdapat aplikasi yang sudah terintegrasi yaitu simpatika.

“Harusnya database tersebut sudah bisa mengalokasikan BSU dengan tepat sasaran, sehingga tidak terjadi salah transfer,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, DPW PGM Jabar, akan membuka layanan pengaduan bagi seluruh guru madrasah di Jabar, guna mengantisipasi terjadinya perlakukan tidak adil dalam proses pengembalian dana BSU dobel tersebut.

Baca Juga :  Bertentangan dengan Pancasila, DPR Minta Ekspos Perilaku LGBT di Indonesia Dihentikan

“Semoga kado pahit Hari Amal Bhakti Kemenag Tahun 2022 ini, guru madrasah tetap bisa menjaga konsistensi memberikan layanan terbaik dalam mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus KDRT yang Dialami Shalsabilla Putri Kini Ditangani Polsek Rancasari

Sen Jan 3 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Shalsabilla Putri yang viral di media sosial (Medsos) akhir-akhir ini, kini tengah ditangani Polsek Rancasari Bandung. Pelaku yang tidak lain merupakan suami dari korban berinisial F alias B, saat ini telah ditahan di Polsek Rancasari Bandung […]