VISI.NEWS – Laboratorium Getaran Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr. Moewardi, memproduksi nasal cannula komponen alat bantu pernafasan pasien yang pemakaiannya menggunakan selang dipasang di bagian hidung.
Tim produksi nasal cannula diketuai Ubaidillah, PhD dengan anggota Dr. Eng. Aditya Rio Prabowo, Didik Djoko Susilo, ST, MT, Wibowo, ST, MT, dan Dharu Feby Smaradhana, ST, MSc, menyatakan kepada wartawan, Senin (19/7/2021), pembuatan alat nadal cannula tersebut disebabkan RSUD dr. Moewardi mengalami kelebihan kapasitas ruangan dampak dari membludaknya jumlah pasien Covid-19.
“Akibatnya, di rumah sakit milik Pemprov Jateng itu kekurangan stok nasal cannula yang merupakan komponen high flow nasal cannula (HFNC). RSUD dr. Moewardi sebagai mitra FT UNS juga terkendala suplai komponen nasal cannula yang terganggu dan sering terlambat, ditambah dengan tingginya penggunaan alat tersebut,” kata Ubaidillah, ketua tim produksi.
Dampak dari kondisi tersebut, menurut dosen FT UNS itu, penanganan pasien tidak lancar karena ketersediaan alat terapi tidak sebanding dengan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat.
“Padahal, HFNC memerlukan komponen nasal cannula tipe aliran tinggi yang terpasang di hidung pasien,” ujar Ubaidillah lagi.
Secara teknis, ketua tim produksi itu, membeberkan, HFNC digunakan dalam penanganan pasien Covid-19 sebagai alat untuk mengirimkan oksigen tambahan atau meningkatkan aliran udara dengan laju aliran sekitar 30- 90 l/menit.
Sedangkan nasal cannula biasa yang tidak termasuk kategori HFNC tidak bisa digunakan untuk laju aliran 30-90 l/menit.
“Berdasarkan hasil simulasi aliran fluida dari HFNC pada simulasi cfd yang didesain normal, didapatkan hasil kecepatan dan tekanan di kedua outlet memiliki nilai yang berbeda,” jelasnya.
Pembuatan nasal cannula sendiri, kata Ubaidillah, PhD, dicetak menggunakan printer 3 dimensi.
Dalam memproduksi nasal cannula, tim pimpinan Ubaidillah membuat molding atau cetakan dari nasal cannula menggunakan teknik plastic injection molding untuk menghasilkan alat dalam jumlah banyak dalam waktu relatif cepat.
“Kelebihan nasal cannula dengan teknik pembuatan molding, yaitu nasal cannula tidaj hanya untuk pasien Covid-19. Tetapi alat ini dapat digunakan untuk pasien penyakit paru obstruktif kronik, Restrictive Thoracic Diseases (RTD), Obesity Hypoventilation Syndrome 5, deformitas dinding dada, penyakit neuromuskular, dan Decompensated Obstructive Sleep Apnea. Selain itu, dengan penggunaan molding dari nasal cannula, proses produksi alat menjadi meningkat,” tandasnya.@tok