Oleh Asep Suparman
KENAPA saya beri judul hati hati dengan umbi porang, karena beberapa alasan yang secara empirik melatarbelakanginya. Sebagai pelaku agrobisnis pembibitan pertanian saya sangat mengetahui komoditi ini baik secara on farm maupun off farmnya.
Buming komoditi umbi porang di mulai sejak tahun 2017 oleh petani di Jawa Timur khususnya Kabupaten Madiun. Dan ,sejak tahun 2019 – 2020 para petani di Jatim hampir dominan tertarik dengan penanaman umbi porang tersebut tak terkecuali di Jateng dan Lampung.
Di Jawa Barat dan Banten sendiri di mulai sejak tahun 2019 seperti di Tasikmalaya dan Garut. Petani berlomba mencari bibit umbi sampe ke hutan-hutan karena memang habitat asli umbi porang adalah hutan dengan kelembaban tinggi. Pemburu Ileus (bahasa sunda) adalah tanaman umbi umbian sejenis dengan Suweg, jika orang awam akan sulit membedakan mana porang/ileus, mana suweg.
Banyaknya pemburu ileus ini akibat tinggi nya harga bibit porang baik dalam bentuk umbi maupun buahnya (katak).
Karena banyaknya peminat untuk membudidayakan porang sehingga ketersediaan bibit pun menjadi langka dan hukum ekonomi berlaku pada komoditas umbi porang tersebut. Dimana jika permintaan (Demand) tinggi sementara persediaan bibit (suplai) kurang maka harga akan naik.
Dari hal inilah kiranya penulis menganalisa bahwa tinggi nya harga umbi porang/Ileus tersebut di sebab kan oleh faktor permintaan bibit yang cukup tinggi sementara komoditas porang dari para petani belum masuk ke ranah permintaan pasar industri baik itu dalam bentuk tepung maupun dalam bentuk iris kering (setengah jadi).
Ramainya komoditi porang ini masih pada tataran permintaan bibit di sekitar petani belum sampai kepada permintaan pasar internasional.
Pemerintah Kabupaten Bandung harus berhati hati dalam mengembangkan komoditi umbi porang ini, karena dengan serentaknya program penanaman umbi porang/ ileus di beberapa provinsi akan mengakibatkan bomb panen porang/ileus pada tahun 2022/2023 dan dipastikan harga akan hancur.
Jika Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus mencanangkan program tersebut seyogyanya menganalisa pasar terlebih dahulu dengan memperkuat kemitraan dengan pelaku industri olahan umbi porang yang sudah ada di Madiun dan Sidoarjo Jawa Timur. Pasar umbi porang internasional diperebutkan juga oleh Vietnam, Thailand dan RRT yang sudah juga bermain komoditi porang yang bibitnya dari Jawa Timur. Sementara pasar utamanya adalah Jepang, Taiwan dan RRT.
Dengan cara itu petani di Kabupaten Bandung bisa terproteksi dari anjloknya harga umbi porang. Wallohu a’lam bishawab.
(Penulis, pelaku bisnis bibit pertanian sejak 2008).