Imbas Tewasnya 11 Siswa MTs di Sungai, Kemenag Ciamis Larang Ekskul di Luar Kampus

Editor Kepala Kemenag Ciamis Asep Lukman Hakim./harapanrakyat.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIAMIS – Imbas tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru, Cijantung, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ciamis, Jabar

Meski demikian, Kemenag sejauh ini belum memanggil pihak sekolah MTs Harapan Baru Cijantung untuk menanyakan kronologis kejadian yang sebenarnya.

“Senin besok sesegera mungkin kita akan memanggil pihak sekolah untuk mengetahui kronologis lebih jelas atas insiden yang menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung yang meninggal dunia kemarin,” katanya.

Atas kejadian ini pihaknya merasa terpukul dan mengucapkan rasa belasungkawa atas kejadian yang menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung.

“Semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Ciamis, tewas lantaran tenggelam di sungai Cileueur, Desa Utama, Cijeungjing.

Selain 11 korban tewas, ada 2 orang lainnya yakni guru pembimbing dan seorang siswa saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Ciamis.

Tenggelamnya siswa MTs Harapan Baru yang notabene kelas 7 dan 8 itu terjadi saat kegiatan susur sungai.

Sejumlah saksi menyebut, beberapa siswa nampak menyebrangi sungai namun tenggelam terbawa arus.

, Asep Lukman Hakim, telah memberikan surat edaran ke setiap sekolah di bawah naungan Kemenag, agar tidak melaksanakan ekstrakurikuler di luar kampus.

Hal ini menyusul terjadinya insiden tewasnya belasan siswa MTs Harapan Baru, Cijantung, Ciamis, Jumat (15/10/2021) saat kegiatan pramuka susur sungai.

“Kita langsung bergerak dengan memberikan surat edaran itu, semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” ujar Asep Sabtu (16/10/2021).

Seperti yang dilansir harapanrakyat.com meski demikian, Kemenag sejauh ini belum memanggil pihak sekolah MTs Harapan Baru Cijantung untuk menanyakan kronologis kejadian yang sebenarnya.

“Senin besok sesegera mungkin kita akan memanggil pihak sekolah untuk mengetahui kronologis lebih jelas atas insiden yang menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung yang meninggal dunia kemarin,” katanya.

Baca Juga :  Presiden UEFA: Klub Pendiri ESL Harus Terima Konsekuensi

Atas kejadian ini pihaknya merasa terpukul dan mengucapkan rasa belasungkawa atas kejadian yang menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung.

“Semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Ciamis, tewas lantaran tenggelam di sungai Cileueur, Desa Utama, Cijeungjing.

Selain 11 korban tewas, ada 2 orang lainnya yakni guru pembimbing dan seorang siswa saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Ciamis.

Tenggelamnya siswa MTs Harapan Baru yang notabene kelas 7 dan 8 itu terjadi saat kegiatan susur sungai.

Sejumlah saksi menyebut, beberapa siswa nampak menyebrangi sungai namun tenggelam terbawa arus. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ditutup Wapres Ma'ruf Amin, PLN Sukses Kawal Listrik PON XX Papua 2021

Ming Okt 17 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAYAPURA – Gegap Gempita Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 memasuki babak akhir. Puncak acara penutupan PON pertama yang bersejarah di Tanah Papua ini pun masih tetap meriah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (15/10/2021). Selama PON berlangsung dari 2 Oktober 2021, dunia telah menyaksikan bagaimana […]