Search
Close this search box.

Indonesia Digital Conference (IDC) 2024: Mendorong Inovasi untuk Keberlanjutan Media Digital

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar Indonesia Digital Conference (IDC) pada 28-29 Agustus 2024 di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, dengan tema “Inovasi untuk Keberlanjutan.” Konferensi tahunan ini akan membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri media digital serta mengeksplorasi solusi inovatif untuk masa depan.

Tantangan dalam Industri Media Digital

Industri media digital di Indonesia menghadapi berbagai kesulitan sepanjang tahun terakhir. Penurunan jumlah pengunjung situs berita dan aplikasi media berbasis berita, serta penurunan pendapatan, mengakibatkan banyak perusahaan media harus mengurangi jumlah jurnalis dan beradaptasi dengan proyeksi bisnis yang tidak menentu. Laporan Reuters Institute for the Study of Journalism pada Januari 2024 mengungkapkan penurunan drastis pengunjung situs berita akibat menurunnya traffic dari media sosial.

Disrupsi digital yang terjadi dalam 10-15 tahun terakhir telah mengubah lanskap industri pers secara mendasar, dengan distribusi berita kini didominasi oleh platform digital global seperti Google, Meta, X, dan TikTok. Sementara itu, audiens memiliki banyak pilihan sumber informasi yang sering kali berkualitas rendah, sehingga media yang tidak memahami karakter platform digital berisiko kehilangan pembaca dan pendapatan.

Peluang di Tengah Tantangan

Di tengah tantangan ini, peluang masih ada. Pengguna internet di Indonesia terus meningkat, mencapai lebih dari 210 juta pada 2023. Bisnis periklanan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan total belanja iklan mencapai Rp 295 triliun pada 2022, naik 5,02 persen dari tahun sebelumnya. Namun, kegagalan dalam memanfaatkan peluang ini dapat merugikan publik karena kekurangan media berita independen dan berkualitas, yang sangat penting untuk melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan.

Inovasi sebagai Kunci Keberlanjutan

Untuk memastikan keberlanjutan industri media digital, perlu adanya perubahan fundamental baik dari sisi eksternal maupun internal. Penerbit media perlu mengevaluasi relasi dengan perusahaan teknologi yang menguasai distribusi konten. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 yang berlaku mulai 20 Agustus 2024 diharapkan dapat memfasilitasi negosiasi setara antara penerbit media dan platform digital.

Baca Juga :  Kolaborasi Pentahelix, Tel-U Gandeng Yayasan Masjid Al-Mu’min

Di sisi internal, media harus menemukan nilai baru dalam pemberitaan dan mengembangkan kultur inovasi untuk memonetisasi produk berita. IDC 2024 akan mengupas tuntas bagaimana inovasi dapat mendorong keberlanjutan media digital.

Rangkaian Acara IDC 2024

Acara IDC 2024 akan diawali dengan serangkaian kegiatan “Road to IDC 2024” yang meliputi:

– Sharing Session: Belajar dari Pengalaman Penerapan Publishers Rights di Kanada pada 10 Agustus 2024.
– Diskusi: Menyorot Tata Kelola Melawan Misinformasi pada Pilkada 2024 (13 Agustus 2024) dan Tantangan serta Dilema AI bagi Media dan Jurnalis (15 Agustus 2024).

Selanjutnya, acara “Master Class” akan diadakan pada 27 dan 29 Agustus 2024, dengan topik seputar kepemimpinan perempuan di media, pengawasan AI, dan pelindungan data pribadi dalam pengelolaan media siber.

Agenda Utama IDC 2024

1. Pada 28 Agustus 2024
– Registrasi dan pembukaan acara.
– Keynote Speech dari Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers), perwakilan pemerintah AS, dan Nezar Patria (Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika).
– Diskusi sesi pertama tentang membangun relasi yang setara antara platform dan publishers di era AI.
– Diskusi sesi kedua mengenai faktor kunci mendorong inovasi produk di industri media digital.
– Diskusi sesi ketiga tentang inovasi cara bercerita dan jurnalisme untuk audiens digital.

2. Pada 29 Agustus 2024:
– Master Class mengenai pengawasan AI bagi jurnalis dan media serta pelindungan data pribadi dalam pengelolaan media siber.
– Penganugerahan AMSI Awards 2024.

Dengan tema “Inovasi untuk Keberlanjutan,” IDC 2024 bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri media digital dan memberikan wawasan tentang bagaimana media dapat beradaptasi dan berkembang di era digital.

Baca Juga :  Bakom RI dan Polemik Kehadiran Homeless Media Digital

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :