VISI.NEWS | JATAPURA – Menjelang laga playoff promosi Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten, suasana sepak bola Papua mulai memanas. Di tengah tingginya tensi pertandingan, DPC Peradi Jayapura resmi membentuk Tim Independen Fair Play atau TIFA 08 untuk mengawal jalannya laga yang akan digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026).
Pembentukan TIFA 08 diumumkan sebagai respons atas kekhawatiran publik terhadap potensi kontroversi kepemimpinan wasit dalam pertandingan penting tersebut. Trauma lama masyarakat sepak bola Papua terkait keputusan pengadil lapangan pada beberapa musim sebelumnya menjadi alasan utama lahirnya tim pengawas independen itu.
Ketua TIFA 08, Billy Marcelino Maniagasi, mengatakan pihaknya ingin memastikan pertandingan berjalan adil dan tidak memicu konflik horizontal akibat keputusan kontroversial di lapangan.
“Kami menuntut penunjukan wasit berlisensi FIFA atau setidaknya perangkat pertandingan terbaik yang memiliki rekam jejak tanpa cela,” ujar Billy dalam keterangannya dikutip, Kamis (7/5/2026).
TIFA 08 secara khusus menyoroti sejumlah pertandingan Adhyaksa FC Banten yang sebelumnya dianggap diwarnai keputusan kontroversial. Beberapa laga melawan PSPS Pekanbaru, Persekat Tegal, dan Persiraja Banda Aceh disebut menjadi perhatian karena adanya tambahan waktu dan keputusan penganuliran gol yang diperdebatkan.
Atas dasar itu, TIFA 08 meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru menghadirkan wasit asing untuk memimpin pertandingan hidup mati tersebut. Selain itu, mereka juga mendesak penggunaan teknologi Video Assistant Referee atau VAR dilakukan secara maksimal sepanjang pertandingan.
Sekretaris TIFA 08, Helmy, menegaskan bahwa pengawasan ketat perlu dilakukan demi menjaga integritas kompetisi profesional.
“Jangan sampai keputusan krusial di kotak penalti atau pemberian kartu merah lahir dari subjektivitas yang dipaksakan,” kata Helmy.
Selain mengawasi aspek teknis pertandingan, tim yang diisi para advokat tersebut juga meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap pihak yang mencoba mengganggu sportivitas pertandingan, baik dari bangku cadangan maupun tribun penonton.
Laga Persipura melawan Adhyaksa FC sendiri menjadi pertandingan penting bagi Mutiara Hitam yang sedang berjuang kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Atmosfer pertandingan diperkirakan berlangsung sangat panas karena tingginya harapan publik Papua terhadap peluang promosi Persipura.
TIFA 08 pun menyatakan optimistis Persipura mampu meraih kemenangan secara terhormat apabila seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas secara adil dan profesional. @desi