Search
Close this search box.

KAI Daop 9 Jember Tutup Enam Perlintasan Liar

PT Kereta Api Indonesia./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JEMBER – PT Kereta Api Indonesia Daop 9 Jember menutup enam perlintasan liar di sepanjang jalur rel wilayah operasionalnya hingga Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperketat aspek keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih sering terjadi.

Wilayah Daop 9 meliputi jalur Probolinggo hingga Banyuwangi yang selama ini memiliki sejumlah akses tidak resmi yang digunakan warga sebagai jalan pintas. Namun, keberadaan jalur liar dinilai berisiko tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan seperti palang pintu, penjaga, rambu, maupun sistem peringatan kedatangan kereta.

“Perlintasan liar sangat berbahaya karena tidak memiliki fasilitas keselamatan. Penutupan dilakukan untuk melindungi perjalanan kereta api sekaligus keselamatan masyarakat,” kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro dikutip dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Enam titik akses yang ditutup berada di Km 95+7/8 antara Bayeman Probolinggo, Km 55+7/8 antara Kalisetail Temuguruh, Km 158+2/3 antara Jatiroto Tanggul, Km 34+4/5 antara Mrawan Kalibaru, JPL 154 Km 197+9/0 antara Jember Arjasa, serta Km 49+840 antara Sumberwadung Glenmore.

Penutupan tersebut mengacu pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 94 disebutkan bahwa perlintasan sebidang tanpa izin wajib ditutup demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Menurut Cahyo, akses liar tidak hanya membahayakan warga yang melintas, tetapi juga dapat mengganggu operasional kereta api. Pengguna jalan sering kali menyeberang tanpa memperhatikan laju kereta sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin dan tidak beraktivitas di jalur rel kereta api demi mencegah kecelakaan,” ujar Cahyo.

Langkah penutupan ini menunjukkan semakin seriusnya perhatian KAI terhadap keselamatan kawasan perkeretaapian. Selain menutup akses ilegal, KAI Daop 9 juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalur rel agar hanya menggunakan perlintasan resmi.

Baca Juga :  Tekanan Saham Perbankan Membuat IHSG Ambruk Pagi Ini

KAI berharap berkurangnya akses liar dapat membuat perjalanan kereta api lebih aman, lancar, dan tepat waktu. Di sisi lain, penutupan ini juga menjadi tantangan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur pintas tersebut sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mengutamakan keselamatan dibanding kemudahan akses sesaat. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :