Search
Close this search box.

Kecelakaan Brutal Catalunya Picu Kritik Teknologi MotoGP

Luca Marini./visi.news/HRC.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Balapan MotoGP Catalunya 2026 diwarnai kecelakaan mengerikan yang memicu sorotan terhadap penggunaan perangkat height adjustment device pada motor MotoGP. Pebalap Repsol Honda Luca Marini bahkan mendesak perangkat tersebut segera dilarang setelah mengalami masalah teknis saat balapan berlangsung.

Insiden bermula ketika balapan harus mengalami restart usai kecelakaan hebat yang melibatkan Johann Zarco dan Alex Marquez. Situasi di paddock disebut sempat memanas karena balapan kembali dimulai hanya sekitar 10 menit setelah kecelakaan terjadi.

Pada restart ketiga, Marini mengalami masalah serius pada perangkat penurun motor miliknya. Alat tersebut dilaporkan macet dan tetap aktif sehingga membuat motor sulit dikendalikan saat memasuki tikungan.

“Pada restart ketiga, saya tidak bisa menghentikan motor karena perangkat tersebut masih aktif. Itu jauh lebih berbahaya!” buka Marini dikutip dari Motosan, Selasa (19/5/2026).

Marini menjelaskan dirinya terpaksa melewati dua tikungan pertama dalam kondisi perangkat masih aktif. Untuk menghentikan masalah itu, ia sengaja menjatuhkan motor agar perangkat terlepas.

“Saya terpaksa melewati dua tikungan pertama dengan kondisi perangkat masih aktif. Setelah itu, saya harus menegakkan motor dan sengaja menjatuhkannya ke bawah agar alat itu terlepas. Kami semua ingin teknologi ini segera diakhiri,” tegas Marini.

Kecelakaan besar yang menimpa Zarco dan Alex Marquez membuat kekhawatiran terhadap perangkat tersebut semakin meningkat. Kedua pebalap dilaporkan langsung dilarikan ke ruang operasi setelah insiden brutal di lintasan Catalunya.

Marini kemudian menyoroti karakter sirkuit Mugello yang dinilai memiliki risiko serupa karena trek lurus panjang membuat pembalap kerap mengaktifkan perangkat penurun motor sebelum pengereman keras.

“Mugello itu sama persis seperti di sini (Catalunya). Semua pembalap menurunkan perangkat mereka di trek lurus, dan kita semua bisa kecelakaan saat mengerem. Itulah mengapa hal ini perlu diperbaiki secepatnya!” lanjut Marini.

Baca Juga :  Catat! Ini 13 Kendaraan yang Bebas Aturan Ganjil Genap di Jakarta

Meski regulasi MotoGP sudah berencana melarang perangkat tersebut mulai 2027, Marini menilai keputusan itu terlalu lambat. Menurutnya, perangkat tersebut telah menjadi faktor tambahan yang memperbesar potensi kecelakaan massal di lintasan.

“Itu adalah bagian dari apa yang dituntut dari kami sebagai pembalap MotoGP. Kami tahu bahwa olahraga otomotif sangat berbahaya, dan sepeda motor pun sangat berbahaya,” ungkap Marini. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :