Kevin Hu dari Huawei: “Intelligent Cloud-Network” Merangsang Pertumbuhan Baru

Editor Kevin Hu, Presiden, Data Communication Product Line, Huawei, menyampaikan paparan. /visi.news/prnewswire
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | DUBAI – Di ajang 7th Ultra-Broadband Forum (UBBF 2021), Kevin Hu, President, Data Communication Product Line, Huawei, memperkenalkan dua solusi Huawei, Intelligent Cloud-Network Solution dan intelligent router seri NetEngine untuk seluruh skenario penggunaan. Kedua solusi ini menyediakan fitur-fitur layanan konvergensi cloud-network terdiferensiasi dan mempercepat transformasi digital di berbagai industri.

Digitalisasi telah menjadi tren global. Bahkan, lebih dari 50 negara dan wilayah, termasuk Tiongkok, Timur Tengah, dan Uni Eropa telah merilis strategi digital. Untuk itu, digitalisasi menghadirkan perubahan besar dalam gaya hidup, kegiatan produksi, dan tata kelola bagi setiap orang, rumah, dan organisasi.

Menurut Hu, digitalisasi, selain meningkatkan kenyamanan dan menggerakkan transformasi positif, juga menimbulkan banyak tantangan pada jaringan lama. Misalnya, akibat keterbatasan ruang di dalam ruang peralatan CO, simpul jaringan lama sulit menyediakan fitur-fitur pemrosesan layanan secara lengkap. Hubungan fixed homing antara sumber daya dan jaringan turut mempersulit penjadwalan arus antar-DC secara fleksibel. Operasionalisasi jaringan lama dengan model campuran (hybrid) kurang memadai untuk memenuhi standar layanan saat ini yang terdiferensiasi.

Demi menjawab berbagai tantangan jaringan yang dihadapi klien dalam transformasi digital, Huawei melansir Intelligent Cloud-Network Solution dengan empat fitur baru—all-service super edge CO, tenant-level hard slicing, SRv6-powered network programmability, dan cloud-network integration. Solusi ini memaksimalkan kegunaan sumber daya jaringan milik operator dan melengkapi keunggulan teknologi cloud dan jaringan. Dengan demikian, operator terbantu ketika membangun arsitektur layanan DICT yang menampilkan integrasi cloud-network. Keempat fitur tersebut adalah sebagai berikut:

  • All-service super edge CO: Perangkat NetEngine seri 8000 M dapat memproses berbagai layanan (multi-service processing) yang sebelumnya tersedia pada perangkat yang berbeda-beda, seperti BRAS, CGN, IPsec, dan SR. Lewat cara ini, CO dapat menyediakan berbagai layanan bagi pengguna rumahan, perangkat seluler, dan perusahaan, bahkan menghadirkan ruang pertumbuhan bisnis baru sekaligus menghemat TCO dari sejumlah aspek, seperti penyewaan ruang peralatan dan biaya listrik. Hasilnya, fitur layanan jaringan FMC pun meningkat.
    Tenant-level hard slicing: Perangkat intelligent access router seri NetEngine A800 memiliki beberapa keunggulan slicing. Misalnya, perangkat ini menyediakan berbagai jenis layanan dan menjamin isolasi pada jenjang fisik antara layanan-layanan tersebut, serta memberikan SLA layanan deterministik. Perangkat ini mendukung tenant-level hierarchical slicing sehingga dapat dipakai lebih dari 1.000 layanan dan aplikasi. Berkat fitur tersebut, NetEngine A800 memberikan jaminan layanan yang lebih baik dan melipatgandakan monetisasi. Sementara, elastic slice scaling dan ekspansi kapasitas minute-level lossless dynamic dari perangkat ini membantu penyesuaian jaringan berdasarkan kebutuhan pelanggan. Hasilnya, sumber daya jaringan tidak terbuang sia-sia dan penggunaan bandwidth meningkat lebih dari 30%. Keunggulan “one-box-for-multi-service capability” sangat memperingkas jaringan perusahaan dan menghemat TCO sebesar 40%.
  • SRv6-powered network programmability: Dengan service chaining SRv6, pemrograman jaringan secara fleksibel dapat terwujud berdasarkan layanan, menerapkan orkestrasi terpadu pada berbagai layanan dan menyediakan jenis layanan baru yang bernilai tambah. Kebijakan SRv6 mendukung real-time path selection, latensi optimal, dan jaminan pengalaman terdiferensiasi. Kalangan perusahaan bisa mengakses teknologi cloud dengan satu hop dalam satu hari sehingga secara drastis mempercepat ketersediaan layanan.
  • Cloud-network integration: Model Network as a Service merupakan aspek penting. Berkat API yang lebih ringkas dan berorientasi pada teknologi cloud, integrasi beban kerja domain-domain OSS dan BSS berkurang lebih dari 80%.
Baca Juga :  1 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan di Tasik Berhasil Diringkus, Lainnya Masih Diburu

Sementara, lebih dari 10 cloud SP telah bersifat pre-integrated dan lebih dari 20 domain vendor OSS/BSS saling terkoneksi. Layanan cloud-network yang menampilkan visualisasi status seluruh jaringan juga tersedia bagi klien, dan layanan secara leluasa bisa diatur demi menyediakan opsi DICT terdiferensiasi.

Di ajang UBBF 2021, Kevin Hu turut memperkenalkan intelligent router seri NetEngine untuk seluruh skenario. Solusi ini membantu operator membangun intelligent cloud-network di era digital. Perangkat-perangkat tersebut meliputi intelligent cloud access router (seri NetEngine A800), all-service aggregation router (seri NetEngine 8000 M), dan intelligent backbone router (NetEngine 8000 X16).

Di tengah gelombang digital yang melanda dunia, konvergensi cloud-network diperbarui dan berubah dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini menghadirkan peluang dan tantangan bagi kalangan operator dan Huawei. Ke depan, Huawei akan terus bekerja sama dengan operator demi menjawab berbagai tantangan ini, serta membangun intelligent cloud-network IPv6+ sebagai momentum baru menuju transformasi digital di berbagai industri.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UBBF 2021: Pembangunan Infrastruktur Jaringan Menggerakkan Perkembangan industri--Sebuah Konsensus Baru

Kam Okt 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | DUBAI – Ajang 7th Ultra-Broadband Forum (UBBF 2021), diadakan oleh UN Broadband Commission dan Huawei, resmi dibuka hari ini di Dubai. Sebagai konferensi terbesar di dunia dalam bidang jaringan tetap (fixed network), UBBF tahun ini mengangkat tema “Extend Connectivity, Drive Growth”. Di ajang ini, berbagai operator telekomunikasi […]