Melawan Saat Ditangkap, Kaki Pelaku Curas Minimarket di Ciparay dan Paseh Didor Petugas

Editor :
Pelaku Curas di Ciparay Dan Paseh saat dibawa petugas, usai konferensi pers di Mapolresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (11/1/2021) siang./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial ADK (27) warga Garut, yang melakukan aksinya di dua Kecamatan yakni Kecamatan Ciparay dan Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, berhasil ditangkap petugas Satreksrim Polresta Bandung.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.Ik., menuturkan, salah satu pelaku yaitu ADK ditangkap pada hari Jumat, 8 Januari 2021, sekitar pukul 17.30 WIB di daerah Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.

Tambah Hendra, sedangkan satu pelaku lainnya bernama Falah, kini menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) dan dalam pengejaran petugas.

“Pada saat penangkapan, dikarenakan melawan petugas, pelaku ditindak secara tegas dan terukur di bagian betis kaki sebelah kanan,” jelas Hendra, didampingi Wakapolresta Bandung, AKBP Dwi Indra Laksmana, dan Kasatreskrim Polresta Bandung, AKP Bimantoro Kurniawan, saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (11/1/2021) siang.

Hendra menuturkan, kejadian tindak pidana curas terjadi pada hari Sabtu, 2 Januari 2021, sekitar pukul 22.30 WIB. Di mana, Satreskrim Polresta Bandung mendapatkan informasi dan video rekaman CCTV tentang dugaan tindak pidana curas oleh 2 (dua) orang tidak dikenal yang terjadi di minimarket di Ciparay dan Paseh, Kabupaten Bandung.

Dari hasil penyelidikan, didapat informasi bahwa yang telah melakukan dugaan tindak pidana curas tersebut adalah tersangka ADK dan Falah, dan kemudian dilakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

“Pada saat interogasi, tersangka ADK mengakui bahwa benar telah melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan di minimarket di Ciparay dan Paseh,” tuturnya.

Hendra menambahkan, tersangka ADK juga menerangkan bahwa dirinya pernah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (jambret) sebanyak 5 (lima) kali di Kabupaten Garut.

Lebih jauh Hendra menuturkan, tersangka ADK, yang merupakan seorang residivis, melakukan aksinya dilatarbelakangi oleh motif ekonomi. “Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, selanjutnya tersangka dibawa ke kantor Polresta Bandung,” ujarnya.

Dalam melakukan aksinya, ungkap Hendra, kedua pelaku ini berkeliling terlebih dulu menggunakan sepeda motor sambil memantau minimarket mana yang kira-kira kondisinya sepi.

Lanjut Hendra, setelah mendapati sasaran minimarket yaitu Indomaret yang sepi, tersangka langsung masuk dan mengancam pegawai Indomaret menggunakan sebilah golok. Tersangka lalu menyuruh korban mengambil uang yang ada dalam brankas, dan selanjutnya korban diminta memasukkan uang tersebut ke dalam tas tersangka.

“Korban diancam pakai golok. Karena korban tidak bisa melawan, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku untuk menyerahkan uang yang ada di brankas, hingga akhirnya tersangka membawa uang sebesar Rp. 34.000.000 dari dua lokasi,” paparnya

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti, di antaranya satu bilah senjata tajam sejenis golok dengan panjang kurang lebih 45 cm, satu buah helm warna ungu merk Ink, satu pasang sepatu warna abu-abu merk Adidas, uang sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), satu unit kendaraan R2 merk Honda Beat warna hitam dengan Nopol Z 3154 DAX beserta STNK dan kunci kontaknya.

“Pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” tegas Hendra.

Dalam keterangannya, pelaku nekat melakukan aksinya dikarenakan terlilit hutang cicilan online dan cicilan motor “Uang yang didapat dari hasil curian tersebut, langsung dibayarkan hutang dan sisanya untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu karyawan minimarket korban penodongan, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan saat kejadian minimarket tersebut hendak tutup, karenanya rolling door sengaja ditutup setengah. Tiba-tiba dari luar datang dua orang dan menodongkan senjata tajam ke arahnya. Kedua pelaku ini memaksa ia dan temannya untuk menunjukkan dan membuka brankas penyimpanan uang.

“Saya lagi di kasir, sedangkan teman saya sedang beres-beres. Ada yang masuk dan mengancam kami dengan golok. Uang yang diambil dari sini kurang lebih sebesar 34 juta Rupiah. Uang itu hasil penjualan hari itu,” katanya.

Di tempat yang sama, Robi sebagai Supervisor Indomaret yang menjadi korban mengucapkan terima kasih kepada Polresta Bandung yang telah berhasil menangkap pelaku. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Polresta Bandung telah menangkap pelaku. Semoga dari kejadian ini, kami akan lebih waspada lagi,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Camat Cimanggung Siapkan Kuburan Massal utuk Korban Tewas Longsor

Sen Jan 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Camat Cimanggung, Kabupatèn Sumedang, Dik Dik Syehrizki yang wilayahnya dilanda bencana longsor dan banjir telah direncanakan menyiapkan kuburan massal. Pasalnya, terkait longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung diduga masih ada puluhan korban yang tertimbun longsor. “Dugaan, yang masih tertimbun bisa puluhan orang. Ini di luar […]