VISI.NEWS | MAJALAYA – Sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pernah menyandang predikat sebagai “Kota Dollar” pada beberapa dekade lalu. Nama tersebut diberikan karena Majalaya merupakan sentra industri tekstil yang sukses di tanah air, bahkan mampu menembus pasar internasional.
Sejarah industri tekstil di Majalaya berawal pada pertengahan abad ke-19, ketika orang-orang Belanda mendirikan pabrik-pabrik tekstil di wilayah ini. Namun, krisis keuangan global yang terjadi pada akhir abad ke-19 membuat industri tekstil mengalami kemunduran.
Pada tahun 1922, G. Dalenoord mendirikan Institut Tekstil Bandung (TIB) untuk mengembangkan teknik dan peralatan tenun. TIB juga memberikan pelatihan kepada penduduk sekitar, termasuk di Majalaya. Pada tahun 1929, pabrik tenun besar pertama didirikan di Majalaya dengan 30 alat tenun.
Depresi dunia pada awal 1930-an justru menjadi momentum bagi pertumbuhan industri tekstil di Majalaya. Banyak penduduk desa yang beralih ke sektor non-pertanian, termasuk industri tekstil, untuk mencari penghasilan. Majalaya pun menjadi pusat produksi kain, terutama sarung tenun, yang diminati oleh masyarakat luas.
Masa kejayaan industri tekstil di Majalaya terjadi pada dekade 1970-1990-an. Saat itu, produk tekstil Majalaya tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berhasil diekspor ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan lain-lain. Majalaya pun mendapat julukan “Kota Dollar” karena kontribusinya dalam menyumbang devisa negara.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, industri tekstil di Majalaya mulai tergerus oleh persaingan global. Masuknya produk impor yang lebih murah dan berkualitas membuat industri tekstil Majalaya kehilangan pangsa pasar. Banyak pabrik-pabrik tekstil yang gulung tikar atau merumahkan karyawannya.
Meski demikian, semangat dan kreativitas para perajin tekstil di Majalaya tidak padam. Mereka terus berusaha untuk mempertahankan dan mengembangkan produk lokal, seperti sarung tenun, yang menjadi identitas dan kebanggaan Majalaya. Mereka juga berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil Majalaya.
@mpa
Sumber: Wawasan Sejarah, Wikipedia, Kebudayaan Kemdikbud