Search
Close this search box.

Penerapan Jam Masuk Sekolah 06.30 di Kabupaten Sukabumi Masih Dikaji

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Khusyairin. /visi.news/andri.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, masih mengkaji penerapan jam masuk sekolah lebih pagi yaitu pada pukul 06.30 WIB seperti dalam surat edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kajian dilakukan dengan pertimbangan kondisi geografis daerah, diantaranya banyaknya siswa dari daerah pelosok, yang dimana akses menuju sekolah hanya bisa ditempuh berjalan kaki, kemudian daerah yang tidak terakses transportasi umum, bahkan ada siswa yang menuju sekolah terlebih dulu menyeberangi sungai menggunakan perahu.

Jam masuk sekolah lebih pagi itu berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 58/PK.03/DISDIK, dimana kebijakan itu berlaku pada tahun ajaran 2025/2026 di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat, dari PAUD hingga SMA/sederajat. Disebutkan dalam surat edaran itu jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB dengan sistem lima hari sekolah dari Senin hingga Jumat.

”Insya Allah nanti kita akan tindak lanjuti, kabupaten berbeda dengan yang di kota, pada pukul 06.30 kendaraan banyak. Tetapi yang di wilayah kabupaten, tempat tinggal ke sekolah kan jauh,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman.

Karena itu, penerapan jam masuk sekolah lebih pagi masih dikaji ditambah saat ini sekolah masih melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kita akan menindaklanjuti arahan dari pak gubernur, saat ini masih dalam proses pembahasan nanti masih dikaji,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Khusyairin mengatakan pada prinsipnya Kabupaten Sukabumi mendukung program Gubernur Jawa Barat tentang jam masuk sekolah lebih pagi, namun karena kondisi geografis dan sistem pembelajaran yang beragam membuat Disdik harus mengkaji dulu bersama lintas sektoral yakni kemenag, tokoh masyarakat, tokoh agama dan MUI.

Untuk kondisi geografis Kabupaten Sukabumi, kata Khusyairin masih banyak daerah pelosok yang akses menuju sekolah hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki bahkan ada siswa yang menuju sekolah dengan menggunakan perahu.

Baca Juga :  Borneo FC vs Persib Makin Sengit, Perebutan Juara Berlanjut hingga Akhir Musim

”Saya kemarin mencoba survei di SMPN 2 Bantargadung itu siswanya berasal dari Desa Warnajaya dan Wangunjaya itu tidak ada angkutan umum, mereka jalan kaki sekitar 1 sampai 1,5 jam. Jadi kalau mereka masuk jam 06.30 maka mereka harus berangkat dari rumahnya sekitar pukul 05.00 dan kondisinya gelap karena melewati hutan dan kebun karet,” kata Khusyairin.

Menurut dia, secara ilmiah ada manfaat dari masuk sekolah lebih pagi diantaranya oksigen yang masih bagus saat itu. Hanya saja, di Kabupaten Sukabumi terkendala akses menuju sekolah.

”Pada prinsipnya kami mendukung program pak Gubernur cuma kita mengkaji dulu, mungkin nanti implementasinya sesuai dengan arahan pimpinan, tapi kami berkewajiban melakukan kajian dan koordinasi dengan pihak terkait, nanti kami lapor pimpinan dan nanti pimpinan yang akan memutuskan karena kebijakan itu ada di pemerintah daerah,” pungkasnya. @andri

Baca Berita Menarik Lainnya :