Sah, Ini Nomor Urut Paslon di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

Empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang ikut dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tasikmalaya telah mendapatkan nomor urut/visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang ikut dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tasikmalaya telah mendapatkan nomor urut.

Hal tersebut setelah KPU Kabupaten Tasikmalaya sebagai penyelenggara melakukan pengundian nomor urut di Ball Room Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (24/9).

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Jamaludin mengatakan empat pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU untuk ikut dalam pilkada (pemilihan kepala daerah) telah mendapatkan nomor urut. Berdasarkan hasil rapat pleno, sudah didapatkan nomor urut setiap pasangan calon.

“Alhamdulillah, pada hari ini KPU telah selesai melaksanakan rapat pleno terbuka untuk penetapan nomor urut pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020,” ucapnya.

Menurut Zamzam, berdasarkan pengundian nomor urut sudah didapatkan hasilnya. Untuk nomor urut 1 yakni pasangan Azies Rismaya Mahfud dan Haris Sanjaya, dengan partai pengusung yakni Partai Gerindra (9 Kursi) dan Partai Demokrat (5 kursi).

Untuk nomor urut 2, pasangan Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin dengan partai pengusung PDI Perjuangan (6 Kursi) dan PPP (7 kursi).

Selanjutnya nomor urut 3, pasangan Cep Zamzam Dzulfikar Nur dan Padil Karsoma (Cekas) yang merupakan pasangan Independen / perseorangan. Terakhir, pasangan Iwan Saputra dan Iip Miptahul Paoz (WANI) mendapat nomor urut 4 dengan partai pengusung PKB (8 kursi), Golkar (7 kursi), PKS (3 kursi) dan PAN (5 kursi).

“Dengan selesainya tahapan penetapan nomor urut, maka tahapan selanjutnya pada tanggal 26 September sampai 5 Desember memasuki tahapan kampanye,” tuturnya.

Dikatakan Zamzam, sesuai dengan komitmen bersama, setelah pengundian nomor urut dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan fakta integritas Pilkada dan Pilkada patuh Protokol Kesehatan.

Harapannya, dengan fakta integritas itu semua pihak khususnya para calon dapat mematuhi seluruh aturan sehingga penyelenggaraan pilkada dan seluruh tahapannya berjalan dengan damai. Selain itu sangat berharap seluruh pasangan calon patuh terhadap protokol kesehatan.

“Semua ini tentunya untuk melindungi segenap warga Kabupaten Tasikmalaya dari paparan Covid -19. Adapun apabila ada pelanggaran tentu ada sanksinya,” ujarnya.

Dijelaskan Zamzam, pada pilkada saat ini tentu sangat berbeda dan penuh tantangan, karena berlangsung disaat pandemi Covid-19. Aturan sudah ada terutama dalam tahapan kampanye bahwa seluruh kegiatan yang sifatnya tatap muka sudah tidak ada lagi.

“Dalam masa pandemi Covid-19 ini, media kampanye yang bisa digunakan oleh pasangan calon dengan menggunakan media daring,” ungkapnya.

Zamzam menbahkan, dalam kegiatan penetapan nomor urut kali ini pun merupakan bentuk upaya bersama antara KPU, Bawaslu, dan para pasangan calon terkait menjakankan pilkda Tasikmalaya yang berintegritas. Di samping itu tentunya sebagai komitmen penerapan protokol kesehatan dan menghindari penyebaran Covid-19.

Sementara itu pantau di lapangan, penerapan protokol kesehatan memang menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan pengundian nomor urut ini. Kegiatan dilakukan terbatas dan hanya diisi oleh kurang dari 80 orang saja yang ada dalam ruangan. Para calon pun hanya pasangan calon dan satu orang pendamping.

Bahkan, lokasi acara tertutup oleh awak media, semua pintu dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Hal tersebut sempat mendapatkan protes, apalagi KPU tidak menyiapkan layar terbuka di lokasi kegiatan.

Sehingga untuk mengetahui kegiatan tersebut, hanya bisa dilihat melalui live Instagram, live facebook dan live youtube di gadget masing-masing.

Ironisnya, pemandangan berbeda terlihat setelah acara usai. Begitu pasangan calon keluar dari hotel. Puluhan orang dari salah satu kubu pendukung calon Bupati -Wakil Bupati Tasikmalaya diturunkan dari 3 unit bus. Mereka kemudian berjejer di sepanjang Jl. Yudanegara, depan Hotel Santika, sambil meneriakkan yel-yel terhadap calon yang didukungnya.

Pemandangan ini makin ambyar saat berbaur dengan kehadiran para pendukung bakal calon lainnya yang sama tengah menanti pasangan yang didukungnya keluar dari dalam hotel. Kerumunan orang dan kemacetan pun tidak terelakkan di jalur padat kendaraan tersebut, hingga anggota kepolisian mengatur lalu lintas terus mengatur situasi sambil beberapa kali memberika imbauan dalam pengeras suara. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Proporsi RDTR Kabupaten Bandung Terbanyak di Jabar

Kam Sep 24 , 2020
Jangan Lupa Bagikan Kepala DPUTR, “Bojongsoang dan Tegalluar diproyeksikan menjadi area perkotaan” VISI.NEWS – Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan program pemerintah pusat berupa bantuan teknis (bantek) yang dirilis awal 2019 lalu. Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, bahwa untuk kemudahan investasi di suatu daerah, pemerintah pusat perlu mempersiapkan dan menetapkan […]