Search
Close this search box.

Saham BBCA Turun Tajam, Ini Faktor Penyebabnya

Ilustrasi saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA kembali bergerak melemah pada perdagangan sesi pertama Selasa (12/5/2026). Sekitar pukul 10.13 WIB, saham BBCA turun 1,63 persen ke level Rp6.050.

Tekanan terhadap saham BBCA terjadi setelah pelemahan berlanjut sejak Jumat, 8 Mei 2026. Pada Jumat pekan lalu, BBCA turun 0,80 persen, lalu kembali melemah 0,40 persen pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026.

Dari sisi transaksi, sebanyak 25,16 juta saham BBCA telah diperdagangkan dengan frekuensi 7.773 kali dan nilai transaksi mencapai Rp153,42 miliar. Pelemahan ini dipicu tekanan jual, termasuk net sell sebesar Rp42,3 miliar berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas saat berita disusun.

Aksi jual asing juga masih membayangi pergerakan BBCA. Pada Jumat pekan lalu, saham ini mencatat net sell asing Rp34,71 miliar, kemudian berlanjut pada Senin sebesar Rp15,84 miliar. Meski angkanya menipis dibandingkan net sell asing pada 7 Mei sebesar Rp83,12 miliar, tekanan jual tetap menjadi sentimen negatif.

Pelemahan BBCA juga sejalan dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Pada Selasa pagi, rupiah di pasar spot melemah 75 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.489 per dolar AS. Sementara dolar AS menguat 0,15 persen ke level 98.106.

Sentimen eksternal turut memperberat pasar. Diskusi deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran disebut belum menunjukkan kemajuan. Kondisi tersebut mendorong harga minyak naik dan memunculkan kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan tinggi untuk menahan tekanan inflasi.

Selain itu, investor masih bersikap hati hati menjelang pengumuman rebalancing MSCI. Kombinasi pelemahan rupiah, aksi jual investor asing, dan ketidakpastian MSCI menjadi katalis negatif bagi IHSG maupun saham saham berkapitalisasi besar seperti BBCA.

Baca Juga :  Lalu Sebut SE Mendikdasmen Solusi Jangka Pendek, Desak Hapus Kastanisasi Guru

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak bervariasi cenderung melemah dengan area support 6845 sampai 6785 dan resist 6965 sampai 7025. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :