Search
Close this search box.

Strategi Pencegahan dan Teknik Investigasi Kejahatan di Perusahaan

Pemerhati Kriminal Dede Farhan Aulawi saat memberikan pelatihan bertajuk "Strategi Pencegahan dan Teknik Investigasi Kejahatan Dalam Perusahaan" di sebuah perusahaan migas terkemuka di tanah air. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Mengelola bisnis dengan baik tidak hanya tentang meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional, tetapi juga tentang memastikan bahwa tindakan curang dan kejahatan tidak terjadi di dalam lingkungan perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Pemerhati Kriminal Dede Farhan Aulawi setelah memberikan pelatihan bertajuk “Strategi Pencegahan dan Teknik Investigasi Kejahatan Dalam Perusahaan” di sebuah perusahaan migas terkemuka di tanah air. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari level manajer ke atas.

Menurut Dede Farhan, pencegahan terhadap kemungkinan adanya tindakan curang dan kejahatan dari oknum karyawan atau pejabat perusahaan, serta pihak eksternal yang bekerja sama dalam pemufakatan jahat, adalah hal yang sangat penting. “Strategi pencegahan sangat penting, begitu juga dengan keterampilan untuk membongkar jika sudah terjadi kejahatan yang merugikan perusahaan dari perspektif keuangan, reputasi, kemitraan, dan kelangsungan bisnis,” ujarnya, Jumat (14/6/2024).

Peningkatan Daya Saing melalui Efisiensi dan Pencegahan Kecurangan

Dalam pelatihan tersebut, Dede Farhan menekankan bahwa peningkatan daya saing perusahaan bisa dicapai melalui peningkatan efisiensi dan pencegahan kecurangan. Ia memberikan penjelasan gamblang tentang berbagai jenis kecurangan yang sering terjadi di perusahaan, baik di sektor pemerintah (BUMN) maupun swasta. Peserta pelatihan diberi pemahaman mendalam tentang modus operandi, motif, dan strategi pencegahan dari berbagai jenis kecurangan.

Dede Farhan menjelaskan berbagai bentuk kecurangan yang dapat terjadi di berbagai departemen, seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan, Pengadaan, Logistik, dan Perawatan. Ia juga menguraikan perilaku curang yang bisa dilakukan oleh pegawai di berbagai level, mulai dari operator hingga manajer senior dan eksekutif.

Memahami Tipologi Fraud dan Strategi Penanggulangannya

Pelatihan ini juga membahas tentang tipologi fraud yang meliputi:

1. Asset Misappropriation

  • Penyalahgunaan atau pencurian aset.
Baca Juga :  Cedera Iran Junior Ubah Arah Permainan Madura

2. Fraudulent Statements

  • Manipulasi laporan keuangan, termasuk financial engineering dan window dressing.

3. Corruption

  • Bentuk korupsi seperti penyuapan dan gratifikasi ekonomi.

Dengan mengenali potensi dan modus kecurangan, perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan yang efektif. Jika kecurangan sudah terlanjur terjadi, perusahaan dapat menggunakan strategi yang tepat untuk membongkarnya.

Teknik Negosiasi, Mediasi, dan Penanganan Krisis

Selain pencegahan dan investigasi, pelatihan ini juga membekali peserta dengan teknik negosiasi dan mediasi dalam penyelesaian sengketa, serta penanganan perkara pidana yang mungkin terjadi. Peserta diajarkan cara menjaga kemitraan dan reputasi perusahaan, sigap dalam menangani krisis, dan tepat dalam pemulihan keadaan setelah insiden.

Investasi Jangka Panjang untuk Tata Kelola Perusahaan yang Sehat

Dede Farhan Aulawi menutup pelatihannya dengan menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang sehat, baik, dan prospektif. “Insya Allah, dengan mengikuti pelatihan ini, berarti perusahaan telah melakukan investasi jangka panjang dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang sehat, baik, dan prospektif. Semoga bermanfaat. Aamiin,” pungkasnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam membangun sistem yang kuat untuk mencegah dan mengatasi kejahatan, sehingga perusahaan dapat terus berkembang dengan reputasi yang baik dan kepercayaan dari berbagai pihak.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :