Search
Close this search box.

Tingkatkan Motivasi Ibadah Puasa, Asep Ikhsan, “Anggaplah Ini Ramadan Terakhir Bagi Kita”

Ketua YPPGMI Asep Ikhsan, /visi.news/alfa fadillah

Bagikan :

VISI.NEWS – Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) Kabupaten Bandung Asep Ikhsan mengungkapkan bahwa untuk memotivasi agar  pelaksanaan ibadah puasa dilakukan dengan sungguh-sunggap anggaplah ini menjadi Ramadan terakhir. “Karena dengan anggapan seolah-olah ini adalah bulan Ramadan terakhir dalam hidup kita, maka kita akan lebih optimal menjalankannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya pada Tahrib Ramadan ‘Marhaban ya Ramadan’ yang digelar di Graha Wirakarya, Desa Magung, Kecamatan Ciparay, Sabtu (10/4/2021) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadiri antara lain oleh Muspika Kecamatan Ciparay, Pengurus MUI Kecamatan Ciparay, para pimpinan Ormas Islam di Kecamatan Ciparay, Pimpinan Stikes Indonesia, SMF, SMK dan lembaga lainnya yang berada dibawah naungan YPPGMI.

Ramadan yang akan kita hadapai, kata Asep, anggaplah seolah-olah menjadi Ramadan terakhir, dan kita seolah-olah tidak akan bertemu lagi dengan bulan yang penuh ampunan, bulan dilipatgandakannya pahala amalan ibadah, dan bulan penuh berkah ini. “Pernah Rasulullah SAW menyampaikan ceramah, isinya menyampaikan hikmah-hikmah yang begitu luas, yang begitu dalam isinya. Sehingga para sahabat bercucuran air mata, karena mendengar isi ceramah beliau, yang seolah-oleh menjadi ceramah terakhir Rasulullah SAW. Sampai sahabatnya bertanya, ‘Ya Rosulullah, saya mendengar ini sepertinya ceramah terakhir dari yang Mulia, dan tentunya tolong kami berilah wasiat-wasiat’,” ujar Asep.

Begitupun, kata Asep, dalam menghadapi bulan Ramadan ini, ia mengajak motivasi yang dilakukan Rasulullah SAW itu kita terapkan pada bulan Ramadan ini, agar kita bisa lebih bersungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa, dan bagaimana agar Ramadan ini tidak berlalu begitu saja, agar kita bisa merengkuh kasih sayang, maghfiroh dan ampunan dari Allah SWT. “Kita bangun terus motivasi itu, seolah-olah ini menjadi Ramadan terakhir, dan tentunya mudah-mudahan kita sampai pada akhirnya menjadi manusia yang laalakum tattaqun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Sikat Parkir Liar

Dalam kesempatan tersebut, Asep dan keluarga merasa bahagia, karena tahun lalu tidak bisa melaksanakan kegiatan Tahrib Ramadan, dan sekarang bisa dengan prokes kesehatan. “Merasa bangga bisa bersama lagi, dalam rangka menambut bulan suci Ramadan, solawat dan salam senantiaa tercurahkan kepada Rasulullah SAW dan kelurganya dan para sahabatnya,” ungkapnya.

Lembaga-lembaga yang berada di YPPGMI, ungkapnya lebih lanjut, merasa bergembira bisa kembali menyelenggarakan acara ini, Asep berharap, yang hadir di acara itu mendapat pahala dari Allah SAW. “Namun kami juga mohon maaf atas kekurangan yang ada. Dan, semoga ini menjadi jalan untuk tetap bisa membuka silaturrahmi. Sungguh, masih dalam kondisi yang tidak menentu, kita semua berharap bisa mendapat pertolongan dari Alloh SWT,” harapnya.

Alhamdulillah, kata Asep, kita masih diberi usia, yang semoga bisa sampai bulan Ramadan dengan kondisi dunia yang masih diliputi pandemi Covid-19. “Sakit itu bunganya meninggal. Jangankan orang sakit, orang sehat juga bisa meninggal. Kesempatan hidup ini merupakan karunia dari Alloh SWT, dibarengi dengan waktu-waktu yang sangat dimuliakan oleh Alloh SWT. Dengan diberinya umur ini, kita diberi kesempatan untuk menjalankan puasa di bulan Ramadan. Bulan yang agung. Seperti yang diungkapkan Rosulullah SAW; ‘Kalau umatku tahu keutamaan bulan Ramadan, maka pasti mereka berharap setiap bulan itu dijadikan bulan Ramadan. Nah, itulah rasa syukur kita, yang semoga bulan Ramadan ini bisa kita jalankan bersama,” katanya.

Asep mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, ada suka dan ada dukanya. “Sukanya, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun masih bisa melaksanakan pernikahan Andini (putrinya yang kedua, red), dalam suasana yang bahagia ini kami mohon do’a restu dari semuanya, semoga putri kami ini menjadi keluarga yang Samawa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kontes Domba Garut Hidupkan Kebersamaan Warga Lembang

Asep juga mengungkapkan, pada masa pandemi Covid-19, dirinya juga merasakan duka yang sangat mendalam atas kehilangan adiknya Alm. Asep Supli Anshori (Ketua Stikes Indonesia, red), yang telah mendahului dirinya. Sambil terisak, Asep mengungkapkan, pada kesempatan tersebut memohon maaf apabila ada kesalahan dan kekhilapan almarhum baik dalam kata-kata maupun perbuatan. “Mudah-mudahan almarhum akan mendapat ridho dari Alloh Subhanahu Wata’ala,” ujarnya.

Dia juga berharap doa untuk ayahnya yang sudah jauh lebih dahulu meninggalkannya. “Baik almarhum adik saya maupun ayah saya bukanlah orang yang sempurna, maka dalam kesempatan yang berbahagia ini saya atas nama almarhum memohon maaf, dan semoga keduanya bisa mendapat ridho dari Alloh Subhanahu Wata’ala,” ungkapnya. Dan, keluarga yang ditinggalkan, kata Asep senantiasa diberi kekuatan.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama keluarga, Asep Ikhsan memohon ampun, dan mohon maaf serta berharap mendapat ridho dari Alloh SWT. @alfa/asa

Baca Berita Menarik Lainnya :