VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyulut ketegangan perdagangan global dengan mengancam akan menerapkan tarif baru sebesar 50 persen terhadap produk impor dari China. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Senin (7/4/2025), Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari kebijakan proteksionis, meskipun pasar keuangan dunia sedang mengalami tekanan besar.
“Saya sangat menghormati China, tetapi mereka tidak dapat melakukan ini. Kita akan mencoba sekali,” ujar Trump.
Pernyataan keras ini muncul tak lama setelah China mengumumkan akan membalas dengan tarif 34 persen terhadap barang-barang AS, yang akan mulai berlaku Kamis mendatang. Pemerintah AS memperingatkan bahwa tarif terhadap China bisa melonjak hingga 104 persen tahun ini jika tidak ada langkah kompromi dari Beijing.
Sebagai respons, Kedutaan Besar China di Washington menyampaikan bahwa pendekatan berupa ancaman bukanlah cara yang tepat untuk bernegosiasi. Meski begitu, Trump membatalkan semua pertemuan tarif dengan perwakilan China, namun tetap membuka ruang dialog dengan negara-negara yang bersedia bernegosiasi.
“Bisa ada tarif permanen, dan bisa juga ada negosiasi, karena ada hal-hal yang kita butuhkan di luar tarif,” jelas Trump.
Langkah Trump ini menandai babak baru dalam perang dagang AS–China, yang selama ini sudah menjadi sorotan utama dalam hubungan ekonomi global. @ffr