Search
Close this search box.

USWAH: Pelajaran Etika dari Perjalanan Hidup Umar bin Khaththab (4/Habis)

Ilustrasi./pixabay/via dakwatuna.com.

Bagikan :

VISI.NEWS – Dinding dangau di samping Utsman bergerak keras diterpa angin yang deras.

“Ada dua ekor unta sedekah yang tertinggal dari kawanannya, sementara kawanan unta sedekah telah berlalu, maka aku berniat untuk menyusul dan membawa mereka ke pekarangan khusus sebab aku khawatir mereka hilang. Aku takut Allah akan menanyakan padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai Utsman!”

Umar berteriak dari kejauhan. “Masuklah kemari!” seru Utsman, “Akan ku suruh pembantuku menangkapnya untukmu!”. “Tidak!”, balas Umar, “Masuklah Utsman! Masuklah!”. “Sungguh, hai Amirul Mukminin, kemarilah. Insyaallah unta itu akan kita dapatkan kembali.”. “Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai Utsman, anginnya makin kencang dan badai pasirnya deras!”

Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar di baliknya dan bergumam dengan suara perlahan, “Demi Allah, engkau wahai Umar bagaikan Nabi Musa a.s. seorang yang kuat lagi terpercaya.”

Ada beberapa hadis yang patut dijadikan bahan introspeksi diri berkenaan hal ini, “Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Saat seorang lelaki berjalan, dia merasakan sangat dahaga. Maka dia ingin turun ke sumur untuk minum.

Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat sambil makan tanah sebab kehausan. Kata lelaki tersebut, “Sungguh anjing ini sangat kehausan.” Maka dia keluar dari sumur dengan membawa sepatunya yang terisi air. Kemudian, dia memberi minum anjing tadi. Maka Allah mengampuninya.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mendapat pahala jika berbuat baik kepada binatang?” Beliau bersabda, “Setiap aktivitas yang memberi manfaat atau menolong kepada makhluk yang bernyawa pasti Allah SWT memberi pahala.” (HR Bukhari dan Muslim).

Riwayat lainnya, “Seorang wanita dimasukkan ke neraka sebab kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan minum. Dia tidak melepasnya dan membiarkannya mencari makanan sendiri sehingga kucing itu mati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026

Dalam hadis yang lain, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka lakukan cara terbaik. Jika kalian menyembelih hewan, maka berbuat baiklah dengan cara menajamkan alatnya dan memberikannya rasa nyaman.”(HR Muslim).

Kemudian hadis lainnya, Rasulullah saw. pernah melihat rumah semut dibakar, maka beliau bertanya, “Siapa yang membakar rumah semut ini?” Lalu, sahabat menjawab, “Kami, ya Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, tidak ada seorang pun yang berhak mengazab dengan api, kecuali Rabb yang memiliki api.” (HR Abu Daud).

Berkaca dari hal di atas, realitas yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia mengungkapkan bahwa:

Eksploitasi sumber daya perikanan frekuensinya lebih sering daripada kejadian El Nino, maraknya penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan yang berkisar satu kali per bulan bahkan per pekan juga berakibat rusaknya terumbu karang. Kemudian, pencemaran pesisir terjadi sebab perpaduan bahan pencemar (organik seperti produk-produk rumah tangga, nitrogen, serta fosfor) dan sedimentasi yang berakibat hilangnya moluska dan karang.

Guinnes Book of Record mencatat berkurangnya 2% lahan hutan per tahun di Indonesia, misalnya untuk industri kelapa sawit, pulp, dan kertas. Akibatnya terjadi penurunan drastis jumlah orang utan serta terancamnya spesies-spesies tumbuhan dan hewan lainnya.

Kerusakan alam dan hilangnya habitat telah menyebabkan puluhan ribu spesies terancam punah, di Indonesia jumlahnya sekitar 1.126 spesies sehingga menempatkannya sebagai peringkat ke-5 dari 20 negara di dunia yang spesies alamiahnya terancam. Kasus-kasus yang terjadi, contohnya deforestasi di Kalimantan dan penangkapan ikan secara ilegal di Laut Arafuru.

Nelayan teripang, bom, dan bius menggunakan peralatan selam modern berdampak pada kemerosotan populasi sumber daya perikanan dan kerusakan habitat ekosistem terumbu karang.
Dan lainnya.

Baca Juga :  Mei 2026 Hadirkan Dua Fenomena Bulan Purnama Langka

Epilog

Solusi bermula dari pembenahan world view (cara pandang terhadap Tuhan, alam semesta, kehidupan, ilmu, moralitas, agama, dan lainnya). Di atas telah dijelaskan firman-firman Allah SWT. dan kisah sebagian perjalanan hidup Umar ibnu al-Khaththab, pertanyaan pertama: Percaya tidak dengan hal itu?

Bukankah pernyataannya begitu logis? Persoalannya mau tidak memegang prinsip itu dengan apa pun permasalahan yang sedang dihadapi? Sains dan teknologi akan terus berkembang dalam berbagai bentuk, tapi tidak menjadi soal, kalau keyakinannya baik dan benar.

Selesai dengan langkah awal itu, berikutnya menempuh pelbagai metode yang sifatnya preventif maupun represif. Banyak penelitian yang membahas permasalahan kontemporer, tinggal meluangkan waktu untuk mempelajarinya dengan komprehensif, kemudian lakukan pengamalan dengan ikhlas sebagaimana sabda Rasulullah saw. bahwa “Sesungguhnya segala berbuatan itu bergantung dari niatnya.” Wallahu A’lam bish-shawab. @fen/sumber: dakwatuna.com

Baca Berita Menarik Lainnya :