VISI.NEWS | VIETNAM – Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, menyatakan bahwa negaranya akan membeli lebih banyak produk dari Amerika Serikat, termasuk peralatan pertahanan dan keamanan. Dalam rapat kabinet Senin (7/4/2025).
Ia juga menyampaikan permintaan resmi kepada pemerintah AS untuk menunda pemberlakuan tarif impor sebesar 46 persen selama 45 hari dari jadwal semula pada Rabu (9/4/2025).
Chinh menambahkan bahwa Vietnam ingin mempercepat pengiriman pesawat komersial yang telah dipesan dari produsen AS. Permintaan penundaan tarif ini dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi kedua negara melakukan negosiasi guna menciptakan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan.
“Vietnam berupaya untuk bernegosiasi dengan pihak AS guna mencapai perdagangan yang seimbang dan berkelanjutan, sesuai dengan kepentingan kedua pihak,” berikut pernyataan yang dilansir CNA.
Meskipun menghadapi tekanan dari kebijakan tarif tersebut, pemerintah Vietnam tetap berkomitmen pada target pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen tahun ini. Untuk mewujudkannya, perekonomian perlu tumbuh antara 8,2 hingga 8,4 persen dalam beberapa kuartal mendatang.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Vietnam To Lam sebelumnya telah mengadakan pembicaraan produktif untuk membahas kemungkinan pencabutan tarif impor. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintahan Trump terkait penundaan tarif tersebut.
Di sisi lain, Vietnam juga berencana meninjau berbagai aspek perdagangan seperti kebijakan nilai tukar, hambatan non-tarif, dan transparansi asal-usul barang. Sejak embargo senjata dicabut pada 2016, ekspor pertahanan AS ke Vietnam masih terbatas, meskipun ada diskusi tentang penjualan pesawat militer C-130 Hercules ke Hanoi. @ffr