VISI | Merdeka Belajar dan Manfaatnya

Silahkan bagikan

Oleh Mustofa, S.H.

KURIKULUM Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Landasan Filosofis

Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila untuk filosofi pendidikannya. Nilai-nilai yang terkandung bertujuan menciptakan manusia yang cerdas, spiritual, intelektual dan kepribadian.

Landasan Sosiologis

Dalam pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum fleksibel sebagai wujud merdeka belajar dikembangkan atas dasar atas adanya perbedaan kebutuhan, karakteristik, lingkungan sosial dan budaya peserta didik.

Landasan Hukum

Mengacu pada peraturan perundang-undangan terkait dengan pembelajaran wujud merdeka belajar. Undang-undang No 20 tahun 2003 di dalam ketentuan umum undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan nasional (Sisdiknas) di sebutkan bahwa
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2021 tentang standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 12 ayat (1) poin (f) disebutkan bahwa : Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,kreatifitas,kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024 dalam kebijakan merdeka belajar.
1. Memerdekakan pembelajaran sebagai beban pembelajaran menjadi sebagai pengalaman menyenangkan.
2. Memerdekakan pendekatan pedagogi yang bersifat pukul rata (onesize fits all) menjadi berpusat pada peserta didik dan personalisasi.
3. Memerdekakan pendidikan yang dibebani oleh perangkat administrasi menjadi bebas untuk berinovasi.
4. Dalam hal pedagogi kebijakan merdeka belajar akan meninggalkan pendekatan standarisasi menuju pendekatan heterogen yang lebih paripurna memampukan guru dan peserta didik menjelajahi khasanah pengetahuan yang terus berkembang.
5. Kebijakan merdeka belajar meliputi kategori ekosistem pendidikan, guru, pedagogi, kurikulum, dan sistem penilaian.

Kebijakan Merdeka Belajar akan meninggalkan pendekatan standardisasi menuju pendekatan heterogen dengan menekankan sentralitas pemelajaran siswa, kurikulum yang akan berkarakteristik fleksibel berdasarkan kompetensi.
(Dikutip :Prinsip pengembangan pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum fleksibel merdeka belajar landasan filosofis,sosiologis dan ,hukum. Hafidh, Kurikulum Merdeka Belajar . 6 Juni 2023)

Baca Juga :  Akademisi Harus Tentukan Masa Depan dengan Keluar dari Zona Nyaman

Profil Pelajar Pancasila

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Kemdikbudristekdikti).

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan bentuk evaluasi dari Kurikulum 2013. Dikutip dari laman Kemdikbud, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Pembelajaran Kurikulum 2013 umumnya hanya terfokus pada intrakurikuler (tatap muka), sementara pembelajaran Kurikulum Merdeka menggunakan paduan pembelajaran intrakurikuler (70-80% dari JP) dan kokurikuler (20-30% JP) melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Kurikulum Merdeka yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar mampu mengurangi dampak pembelajaran akibat pandemi Covid -19. Hal itu disampaikan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta.

“Kurikulum Merdeka yang berawal dari upaya membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak pembelajaran,” ujarnya. (Republika.go.id, Jum’at, 13 Mei 2022)

Tiga Karakteristik

Terdapat 3 karakteristik Kurikulum Merdeka, yaitu:
Lebih fokus pada materi yang esensial. Dengan fokus pada materi yang esensial, maka beban belajar di setiap mata pelajaran menjadi lebih sedikit.
Stuktur kurikulum yang lebih Fleksibel. Tersedianya banyak perangkat ajar.

Manfaat Program

Merdeka belajar merupakan salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Hal ini harus terjadi pada guru terlebih dahulu lalu merambat ke peserta didik. Adapun berikut ini merupakan 10 manfaat program merdeka belajar bagi guru yang perlu diketahui versi kejarcita, di antaranya yaitu:

1. Mengurangi Beban Guru

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, selain mengemban tugas mulia, guru juga harus dihadapkan dengan tugas tersulit. Dengan adanya program merdeka belajar, diharapkan dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh guru. Di mana mereka dapat mengajar siswa dengan leluasa dan merdeka dari tugas administrasi yang terkadang memberatkan, merdeka dari tekanan intimidasi dan lainnya

2. Disederhanakannya RPP

Kita tahu bahwa guru memiliki memiliki banyak kendala dalam menjalankan tugas di sekolah, mulai dari menerima siswa baru, menyiapkan administrasi guru termasuk RPP atau rancangan pelaksanaan pembelajaran hingga mengevaluasi. Dengan disederhanakannya RPP, maka hal tersebut dapat membantu mengurangi beban administrasi serta memberikan kebebasan pada guru.

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan sendiri membebaskan guru untuk membuat, menggunakan serta mengembangkan RPP. Terdapat tiga komponen penting dalam RPP yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan belajar serta asesmen.

Baca Juga :  Ketentuan Masker Kain Sesuai SNI untuk Cegah Virus Corona

3. Belajar Lebih Menyenangkan

Seperti yang kita tahu, bahwa guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan Indonesia dan menjadi garda terdepan untuk membentuk masa depan bangsa. Namun sayangnya proses pembelajaran di sekolah terkadang membosankan bagi guru maupun siswa. Dengan adanya program merdeka belajar, diharapkan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan bahagia, hal ini tentu mempengaruhi kualitas pembelajaran lebih baik.

Suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya dapat meningkatkan semangat belajar siswa, melainkan para guru hingga orangtua pun bisa merasakan. Misalnya pada siswa sekolah dasar yang semakin semangat mengerjakan bank soal SD atau latihan soal SD, untuk menghadapi ujian dengan soal HOTS SD.

4. Bebas Berekspresi

Merdeka dalam belajar mempunyai maksud untuk mengeluarkan kebebasan berekspresi bagi guru maupun siswa di sekolah. Di mana tercipta lingkungan sekolah yang bebas dari berbagai hambatan dan tekanan psikologis. Khususnya pada guru yang memiliki kemerdekaan mengajar siswanya, sehingga mereka dapat fokus dan memaksimalkan mencerdaskan anak bangsa.

5. Meningkatkan Kompetensi Guru

Meningkatkan kompetensi guru menjadi PR yang harus dilaksanakan untuk memajukan pendidikan Indonesia. Karena keberhasilan program merdeka belajar ditentukan oleh guru yang memiliki kompetensi baik. Namun sayangnya kompetensi yang dimiliki oleh guru belum merata, di mana masih banyak ketimpangan yang terjadi pada guru di daerah tertentu. Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi guru dan meratakannya.

6. Kemerdekaan Guru

Pada dasarnya program kemerdekaan belajar bertujuan untuk memerdekakan guru. Seperti yang kita tahu, bahwa proses pembelajaran dibutuhkan kemerdekaan yang melekat pada anak maupun guru dan melibatkan dukungan banyak pihak. Kemerdekaan perlu diperjuangkan bukan diberikan. .

Sebagai guru, Anda mungkin pernah berhadapan dengan siswa yang tidak memiliki konsentrasi penuh, namun dituntut untuk menyelesaikan masalah tersebut. Atau Anda dituntut untuk mengubah nasib kemiskinan dan kegagalan keluarga lewat seorang siswa yang Anda ajarkan.

Meskipun guru berperan penting dalam dunia pendidikan namun tidak semua beban besar harus ditanggung oleh guru dan mengatakan bahwa guru merupakan kunci yang memiliki tanggung jawab untuk mengubah situasi. Dengan adanya program belajar merdeka, diharapkan guru tidak lagi menjadi seseorang yang selalu disalahkan dan ditinggal sendirian untuk menyelesaikan masalah.

7. Tidak Menuntut Siswa menjadi Sama

Jika selama ini guru dituntut untuk membentuk siswa yang sama dengan dipatok melalui nilai, maka program belajar merdeka membawa perubahan untuk murid maupun guru. Sebagai guru tentu Anda menyadari bahwa setiap anak dititipkan dengan keistimewaan yang berbeda.

Baca Juga :  Tim Gabungan Operasi Yustisi di Rancaekek

Dan di sinilah peran Anda sebagai pendidik dan teman belajar mereka untuk membangun keahlian serta menunjukkan bakat mereka.

Diperlukan kesabaran, waktu, dan fasilitas untuk membuat anak mengenali bakat yang dimilikinya. Ketika mereka sudah kenal dengan potensi yang dimiliki, maka mereka akan mengembangkannya dan berlatih untuk mengasah kemampuannya. Selama mengasah bakat anak, Anda harus menjadi pendengar dan penasehat yang baik.

8. Mendukung Inovasi Guru

Mungkin selama ini metode mengajar di kelas yang Anda gunakan hanya dengan memberikan materi, mencatat lalu memberi latihan soal kepada siswa. Cara tersebut tentu sangat membosankan bagi siswa, mungkin Anda juga merasakannya.

Dengan adanya program merdeka belajar, Anda dibebaskan untuk berinovasi dan didukung untuk mengenalkan metode pembelajaran sendiri yang lebih baik guna menciptakan kelas yang lebih hidup, misalnya membuat diskusi bersama

9. Guru Penggerak

Program merdeka belajar tak pernah lepas dari istilah guru penggerak. Hal ini menjadi tantangan sekaligus manfaat yang dirasakan oleh guru. Di mana guru harus belajar mengajar dengan kreatif dan aktif untuk menciptakan murid yang berkompetensi global serta memiliki karakter pancasila. Guru penggerak menjadi berperan lebih dari peran guru saat ini

10. Penghapusan UN

Rencananya mulai tahun 2021 ujian Nasional akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Penghapusan UN dalam program merdeka belajar bukan hanya memberikan kemerdekaan pada siswa, melainkan guru dan orangtua murid. Sebelumnya banyak siswa yang merasa stress ketika dihadapkan dengan Ujian Nasional, begitu pula dengan orangtua murid maupun guru. Terdapat beberapa orangtua yang merasa khawatir karena anaknya belajar sepanjang waktu dan guru merasa khawatir dengan nilai yang akan didapat oleh para siswa, karena sekolah memberikan patokan nilai ujian sekolah yang harus didapatkan oleh siswa.

Kunci keberhasilan sebuah perubahan kurikulum adalah jika kepala sekolah dan guru-gurunya memilih untuk melakukan perubahan tersebut.

Dengan Kurikulum Merdeka Belajar semua elemen bangsa untuk senantiasa mendukung apa yang di lakukan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi yaitu Bapak Nadiem Makarim sebagai terobosan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai upaya memajukan pendidikan anak bangsa sehingga terciptanya pelajar Pancasila.***

  • Penulis, Guru SDN 02 Panjunan
    Kecamatan Petarukan, Pemalang.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab Bandung Luncurkan Program Mudik Gratis ke Cilacap, Yogyakarta, dan Solo

Rab Mar 13 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Menyambut momen Lebaran 2024, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan pelaksanaan program mudik gratis. Program ini ditujukan bagi warga Kabupaten Bandung yang ingin pulang ke kampung halaman di daerah Jawa Tengah, termasuk Cilacap, Yogyakarta, dan Solo. Sebanyak sembilan bus telah disiapkan untuk mengakomodasi […]