Search
Close this search box.

VISI | Spiritualitas Bisnis Ala Rasulullah

Bagikan :

Oleh Nuslih Jamiat

  • Dosen Telkom University
  • Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University

SETIAP Subuh, sebelum membuka warung kopi miliknya, H. Ahmad Fauzi selalu menyempatkan diri untuk bersedekah kepada fakir miskin yang lewat. Lalu ia berdoa dengan khusyuk memohon keberkahan rezeki. Kebiasaan ini sudah ia lakukan sejak 15 tahun lalu ketika pertama kali membuka usaha. Kini, warung kopinya yang tadinya hanya gerobak kecil, telah berkembang menjadi kedai kopi berantai dengan 5 cabang di Semarang dan sekitarnya.
“Rezeki itu bukan hanya soal kerja keras, mas. Kalau tidak ada doa dan berkah dari Allah, mau kerja 24 jam sehari juga tidak akan maksimal hasilnya,” ujar pria berusia 52 tahun yang juga alumni Pondok Pesantren Tebuireng ini.

Pedagang Jujur Setara dengan Para Nabi

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.” Kedudukan yang disejajarkan dengan para nabi dan syuhada bukanlah janji kosong—ini adalah penghargaan tertinggi Allah SWT kepada mereka yang mampu menjaga integritas di tengah godaan keuntungan duniawi.

Namun, kejujuran saja tidak cukup. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa setiap aktivitas bisnis harus dimulai dan diakhiri dengan doa. Inilah yang membedakan pengusaha Muslim dengan pengusaha pada umumnya. Bisnis bukan hanya soal strategi marketing atau manajemen keuangan, tetapi juga tentang hubungan spiritual dengan Sang Pemberi Rezeki.

Doa-Doa Rasulullah untuk Bisnis

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan berdoa dalam berbagai momen bisnis. Salah satu doa ketika memasuki pasar adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٍّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup yang tidak pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dalam hadis diriwayatkan bahwa barangsiapa membaca doa ini ketika memasuki pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan dan menghapus satu juta keburukan. Selain itu, ada doa khusus memohon rezeki yang luas:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, dan baik.”

Baca Juga :  Komisi IX Tolak Baleg Ambil Alih RUU Ketenagakerjaan, Irma Ingatkan UU Cipta Kerja

Tujuh Waktu Mustajab untuk Berdoa Rezeki

Ada waktu-waktu khusus di mana doa lebih berpeluang dikabulkan:

  1. Sepertiga Malam Terakhir – Rasulullah SAW bersabda, “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, dan berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya.'” (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Waktu Sahur dan Setelah Shalat Subuh – Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
  3. Antara Adzan dan Iqamah – “Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
  4. Setelah Shalat Fardhu – Waktu yang sangat baik ketika hati masih khusyuk setelah shalat lima waktu.
  5. Hari Jumat – Terutama setelah Ashar hingga menjelang Maghrib, ada waktu istimewa yang sangat mustajab.
  6. Saat Hujan Turun – “Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan.” (HR. Hakim dan Baihaqi)
  7. Ketika Bersujud – “Kedudukan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Para pengusaha Muslim yang sukses biasanya memiliki jadwal rutin untuk berdoa di waktu-waktu mustajab ini. Mereka tidak hanya sibuk dengan meeting dan negosiasi bisnis, tetapi juga menyempatkan diri untuk “meeting” dengan Allah SWT melalui doa.

Sedekah: Investasi Terbaik Dunia Akhirat

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan 70 tangkai, pada setiap tangkainya terdapat 100 biji. Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.”

Bayangkan, satu rupiah yang kita sedekahkan bisa dilipatgandakan hingga 700 kali lipat oleh Allah SWT. Ini adalah return on investment (ROI) yang tidak akan pernah kita temukan di instrumen investasi manapun. Lebih dari itu, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sedekah juga memiliki fungsi protektif. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” (HR. Thabrani). Sedekah Subuh adalah kunci rezeki lancar—waktu di mana doa-doa dikabulkan dan malaikat turun mendoakan orang-orang yang bersedekah.

Selain sedekah biasa, ada sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun kita telah meninggal. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Revolution vs Orlando City Ujian Konsistensi dan Rotasi

Kisah Nyata: H. Ahmad Fauzi—Dari Gerobak hingga 5 Cabang

H. Ahmad Fauzi memulai usaha dari nol pada tahun 2009 dengan modal 5 juta rupiah hasil pinjaman. Ia hanya memiliki satu gerobak kopi sederhana yang ia dorong keliling kampung. “Waktu itu saya hanya punya keyakinan kuat, kalau saya jujur dalam berbisnis, istiqomah dengan doa dan sedekah, insya Allah akan sukses,” kenangnya.

Setiap Subuh, sebelum membuka warung, Fauzi selalu bersedekah dan berdoa memohon keberkahan rezeki. Kebiasaan ini tidak pernah ia tinggalkan, bahkan ketika bisnisnya sedang sepi atau rugi. “Ada masa-masa sulit. Pernah warung sepi sampai satu bulan. Tapi istri saya mengingatkan, ‘Tetap istiqomah dengan sedekah dan doa. Allah pasti tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang berusaha.'”

Setelah masa sulit itu, tiba-tiba ada pelanggan yang memesan kopi dalam jumlah besar untuk acara kantornya. Dari situ, nama warung kopi Fauzi mulai dikenal. Kini, 15 tahun sejak pertama kali membuka usaha, warung kopinya telah memiliki 5 cabang dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan.

“Alhamdulillah, dari hasil usaha ini saya bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, bisa menunaikan ibadah haji, dan yang paling penting, bisa membantu banyak orang. Setiap bulan saya sisihkan 10 persen dari keuntungan untuk sedekah. Ini adalah wujud syukur saya kepada Allah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Punya Modal Jadi Pengusaha Sukses

KH M Yusuf Chudlori, Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, mengajarkan bahwa santri memiliki modal dasar untuk menjadi pengusaha sukses. Pertama, konsistensi atau istiqomah. “Santri secara kultural sudah punya syarat menjadi pengusaha sukses. Mental pengusaha itu harus punya kontinuitas. Harus istiqamah, tahan banting. Mental itu ada di pesantren.”

Kedua, kemandirian. Di pesantren, santri dilatih untuk mandiri sejak dini. Ketiga, jaringan atau networking. Budaya silaturahim yang kuat di pesantren membuat santri memiliki jaringan yang luas.
Gus Yusuf juga menekankan pentingnya ritual spiritual dalam berbisnis. Beliau terinspirasi dari prasasti almarhum Kiai Chudlori yang berbunyi, “Sholaahu al-ma’isyah min sholaahu al-din, wa sholaah al-din min sholaahu al-ma’isyah” (Kebaikan ekonomi terdapat pada kebaikan agama, dan kebaikan agama terdapat pada kebaikan ekonomi).

Lima Prinsip Berbisnis dengan Doa ala Rasulullah

  1. Mulai dengan Niat yang Ikhlas – Luruskan niat hanya karena Allah SWT. Bisnis bukan hanya untuk mengumpulkan harta, tetapi juga untuk mencari ridha Allah dan memberi manfaat kepada sesama.
  2. Istiqomah dengan Doa di Waktu Mustajab – Jadikan berdoa di waktu mustajab sebagai rutinitas harian. Jangan hanya berdoa ketika bisnis sedang sulit, tetapi juga ketika sedang lancar sebagai bentuk syukur.
  3. Sedekah Secara Rutin – Sisihkan sebagian dari penghasilan untuk sedekah, meski hanya dalam jumlah kecil. Sedekah adalah investasi terbaik yang tidak akan pernah rugi.
  4. Jujur dan Amanah dalam Setiap Transaksi – Kejujuran adalah modal utama dalam bisnis jangka panjang. Pelanggan akan setia pada bisnis yang jujur dan amanah.
  5.  Jaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat – Jangan sampai kesibukan bisnis membuat kita lupa beribadah. Tetaplah istiqomah dengan shalat lima waktu, puasa sunnah, dan amalan-amalan lainnya.
Baca Juga :  Dewa United Naik Klasemen Usai Kalahkan Persijap 1-0

Bisnis yang Diberkahi

Di era digital yang serba cepat ini, banyak pengusaha yang terjebak dalam mengejar angka-angka semata: omzet, profit, market share. Mereka lupa bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari angka di rekening bank, tetapi juga dari keberkahan dan ketenangan hati.

Berbisnis dengan doa ala Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak melupakan dimensi spiritual dalam mengejar kesuksesan material. Doa, sedekah, dan istiqomah dengan nilai-nilai Islam adalah kunci untuk mendapatkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga diberkahi oleh Allah SWT.

Kisah H. Ahmad Fauzi dan ribuan pengusaha Muslim lainnya membuktikan bahwa integrasi antara ritual spiritual dan skill bisnis bukanlah hal yang mustahil. Justru, kombinasi inilah yang membuat bisnis mereka berkelanjutan dan penuh berkah.

Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.” Ini bukan janji kosong, melainkan jaminan Allah SWT bagi mereka yang menjalankan bisnis dengan penuh integritas dan ridha-Nya.

Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan doa dalam berbisnis. Ketika semua strategi marketing sudah dilakukan, ketika semua inovasi produk sudah diterapkan, ketika semua usaha maksimal sudah dilakukan, masih ada satu faktor penentu yang tidak bisa diabaikan: ridha dan berkah dari Allah SWT. Dan ridha serta berkah itu, hanya bisa didapatkan melalui doa, sedekah, dan istiqomah dengan nilai-nilai Islam.***

Baca Berita Menarik Lainnya :