Wali Kota Solo: Jangan Ada KDRT dan Kekerasan Anak Agar Tak Tertular Covid-19

Editor :
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mencanangkan 5 "Kampung KB" di Kota Solo yang dipusatkan di Kelurahan Danukusuman/visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Selama ini, opini publik terhadap program keluarga berencana (KB) adalah bayangan di mind set mereka sebatas tentang pengaturan kelahiran, jumlah anak, atau pemasangan alat kontrasepsi. Padahal, pengaturan kelahiran hanya salah satu di antara empat dimensi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkot Solo, Purwanti, menyampaikan hal itu dalam pencanangan 5 Kampung KB yang dipusatkan di RW 15, Kelurahan Danukusuman, Kota Solo, Jumat (23/10/2020).

Kampung KB yang dicanangkan wali kota, yaitu Kampung KB “Sewu Bersatu”, Kelurahan Sewu, Kampung KB “Kusuma Mulia”, Kelurahan Danukusuman, Kampung KB “Srikandi”, Kelurahan Gilingan, Kampung KB “Mrantasi” Kelurahan Semanggi dan Kampung KB “Sejahtera Mandiri”, Kelurahan Purwosari.

“Dalam program KB ada juga dimensi pendewasaan usia perkawinan, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan keluarga sejahtera. Jadi, saat ini program KB tidak lagi sebatas pengaturan jumlah anak atau pemasangan alat kontrasepsi saja, tetapi program ini juga merambah ke ranah pembangunan kesejahteraan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Purwanti menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, cakupan program KB yang awalnya adalah keluarga berencana nasional diperluas menjadi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana dengan tage line Program “Bangga Kencana”.

“Salah satu program inovasi untuk melaksanakan program Bangga Kencana adalah program pembentukan ‘Kampung Keluarga Berencana’ yang beberapa waktu lalu diubah menjadi ‘Kampung Keluarga Berkualitas’ yang tetap disingkat ‘Kampung KB’, jelasnya.

Kepala DPPKB menambahkan, motivasi lahirnya program “Kampung KB” adalah sebagai model miniatur pelaksanaan total program pemerintah di bidang Bangga Kencana dan sektor-sektor lainnya. Sehingga, dalam pelaksanaannya harus ada sinergitas antara perangkat daerah dan seluruh stake holder terkait dengan potensi , dan kondisi di setiap wilayah “Kampung KB”.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kota Bandung dan Sekitarnya, Kamis (25 Juni)

Di Kota Solo, “Kampung KB” dicanangkan wali kota Solo pertama kali pada bulan Januari 2016 di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres. Sampai tahun 2019, di Kota Solo terdapat 12 “Kampung KB” tersebar di 5 kecamatan, yaitu Banjarsari, Jebres, Pasar Kliwon, Serengan dan Laweyan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di depan warga Kelurahan Danukusuman, menyatakan, berbicara tentang keluarga berkualitas atau KB di masa pandemi sekarang ini, merupakan momentum yang sangat tepat. Karena selama masa pandemi ini, pasangan yang baru menikah diminta menunda kehamilan.

“Ini penting untuk membangun keluarga yang berkualitas. Jangan sampai di masa pandemi ini terjadi kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan kekerasan terhadap anak-anak. Kalau ada suami suka marah kepada istri atau orang tua marah kepada anak, pasti dia akan tertular Covid-19,” ujar wali kota yang akrab disapa Rudy itu berseloroh.

Wali Kota Solo juga mengingatkan, kenapa Kelurahan Danukusuman dan 4 kelurahan lain dijadikan “Kampung KB”, hal itu karena terkait dengan indikator kesejahteraan keluarga. Rudy mengungkapkan, indikator keluarga sejahtera ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan luas wilayah yang dihuni dan Kelurahan Danukusuman termasuk wilayah padat penduduk.

“Kota Solo ini, dengan luas 44 kilometer persegi yang dihuni hampir 600.000 jiwa, sudah tidak ideal sebagai kota dengan keluarga yang sejahtera. Karena, setiap kilometer persegi lahan di Kota Solo dihuni rata-rata 12.000 jiwa. Idealnya, setiap kilometer persegi dihuni maksimal 5000 jiwa,” jelasnya.
Rudy juga mengingatkan pasangan yang akan menikah agar sebelum melaksanakan pernikahan merencanakan keluarga lebih dahulu. Merencanakan keluarga, katanya, bukan berarti sebatas punya anak berapa atau yang sudah menikah belum punya anak, tetapi terkait dengan masa depan keluarga yang dibangun melalui pernikahan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: 6 Pengikut Habib Rizieq Tewas Ditembak di Tol, Begini Penjelasan Polisi

“Sekarang, DPPKB sudah membuat inovasi yang disingkat ‘Sultan Nikah Capingan’ yang kepanjangannya adalah konsultasi pranikah bagi calon pinangantin. Sebelum pasangan menjadi pengantin, sebaiknya berkonsultaai pranikah dulu tentang bagaimana merencanakan keluarga agar sejahtera,” tutur Rudy. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Serap Keluhan Warga, Cawalkot Semarang Nyamar jadi Driver Ojol

Jum Okt 23 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Calon wali kota Pilkada Semarang , Hendrar Prihadi menyamar menjadi tukang ojek online ( ojol) guna melihat permasalahan ekonomi di tengah-tengah masyarakat yang akan dipimpinnya. Penyamaran dilakukan dengan mengundang salah satu tukang ojol. Dia kemudian meminjam akunnya untuk menerima orderan. Mengenakan atribut lengkap, jaket dan helm, calon […]