Search
Close this search box.

12 Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Umat Islam membaca Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir setelah witir./visi.news/cahaya islam.
Jamaah berdzikir dan membaca doa setelah sholat witir./visi.news/cahaya islam.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir merupakan amalan penting yang sering dibaca umat Islam setiap malam di bulan Ramadhan. Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir biasanya dipanjatkan setelah menyelesaikan rangkaian sholat sunnah malam, sebagai bentuk permohonan ampun, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT. Memahami Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir lengkap dengan bacaan Arab, latin, serta artinya akan membantu umat Muslim menghayati maknanya secara mendalam.

Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dan dapat dilakukan hingga sebelum waktu sahur. Jumlah rakaatnya fleksibel, bisa 8 rakaat, 11 rakaat, atau 23 rakaat sesuai keyakinan dan kemampuan masing-masing. Setelah itu ditutup dengan sholat witir sebagai penyempurna ibadah malam Ramadhan.

Keutamaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir memiliki banyak keutamaan. Dalam berbagai riwayat hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak doa setelah ibadah sunnah malam karena termasuk waktu mustajab.

Sholat tarawih sendiri merupakan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Sedangkan sholat witir menjadi penutup ibadah malam dengan jumlah rakaat ganjil.

Hadits riwayat Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melebihi 11 rakaat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan (HR Muslim). Ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan, yang terpenting adalah kekhusyukan.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir (Arab, Latin, dan Artinya)

Doa Setelah Sholat Tarawih

Berikut bacaan lengkap Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir yang umum dibaca di Indonesia:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Juga :  Yance Sayuri Kembali Dipanggil, Momen Pembuktian di Garuda

Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na’mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca Juga :  Duka dan Empati Mengiringi Tragedi Kereta Bekasi

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir ini berisi permohonan agar menjadi hamba yang sempurna iman, menjaga sholat, menunaikan zakat, sabar dalam ujian, hingga memohon dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka.

Makna dari Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir sangat dalam karena mencakup kehidupan dunia dan akhirat.

Susunan Doa Setelah Sholat Witir

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir khususnya setelah witir biasanya disusun sebagai berikut:

1. Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Asyhadu an lā ilāha illallāh

Artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.”

2. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullāh

Artinya, “Aku memohon ampunan Allah.”

3. Memohon Ridho dan Surga Allah

أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Allahumma inni as’aluka ridhakawal jannah, wa a’udzu bika min sakhathika wan-nar

Artinya, “Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

4. Ulangi hingga 3 kali.

5. Tasbih (3 kali)

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhānal malikil quddūs

Artinya, “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

6. Pujian Kesucian

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbuhun, quddusun, rabbuna warabbul mala’ikati war ruh

Artinya, “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

7. Pujian atas Keluasan Ampunan (3 kali)

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘anni

Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

8. Pujian Atas Kemurahan dan Kasih Sayang Allah SWT

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna

Artinya, “Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

9. Permohonan Ampunan dan Keselamatan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Allahumma ini a’udzu bi ridhaka min sakhathika, wa bi mu’afatika min ‘uqubatika. Wa a’udzu bika minka, la uhshi tsana’an alayka anta kama atsnayta ‘ala nafsika

Artinya, “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Baca Juga :  Bencana di Kota Sukabumi Timbulkan Kerugian Hingga Rp 5 miliar

10. Doa-doa sholat pada umumnya

11. Doa Sholat Witir

Mengutip buku Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut bacaan doa setelah sholat witir.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ , سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ , سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus

Artinya: “Mahasuci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Mahasuci.” (Nabi mengangkat dan memanjangkan suaranya pada ucapan yang ketiga).” (HR Abu Daud dan Ahmad)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma innii a’uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzubika minka laa uhshii tsanaaan ‘alaika’, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung atau memuji diri-Mu sendiri.” (HR Ash-Haabus Sunan, Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

12. Surat Al-Fatihah

13. Doa pendek penutup

14. Niat puasa Ramadhan.

Makna Mendalam Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir bukan sekadar bacaan, tetapi refleksi spiritual. Doa ini mencerminkan:

– Permohonan iman sempurna

 – Konsistensi dalam ibadah

– Kesabaran menghadapi ujian

– Harapan bertemu Nabi Muhammad SAW di telaga

– Permohonan surga dan perlindungan dari neraka

Banyak ulama menjelaskan bahwa waktu setelah sholat malam adalah waktu yang penuh keberkahan. Oleh sebab itu, memperbanyak Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir sangat dianjurkan.

Waktu Terbaik Membaca Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir dibaca setelah salam terakhir. Untuk witir, biasanya dibaca setelah dzikir pendek.

Waktu terbaik adalah di sepertiga malam terakhir, karena Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. @desi

Baca Juga:

Baca Berita Menarik Lainnya :