VISI.NEWS | SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menyatakan, apa yang akan terjadi di tahun 2022 tetap sulit diprediksi. Sehingga, pemahaman bahwa masa lalu adalah blue print atau cetak biru masa depan sangat tidak tepat.
“Hanya karena kita sudah mengalami banyak kendala dan masalah dalam mengelola institusi, tidak berarti apa yang dimulai dengan kesalahan akan berakhir dengan kesalahan pula,” ujar Prof. Jamal, dalam silaturahmi sivitas akademika awal tahun 2022, yang digelar secara daring dan luring di Auditorium GPH Haryo Mataram, Senin (3/1/2022).
Dalam urusan pengalaman dan kunci sukses, katanya, jangan pernah percaya bahwa pengalaman yang kurang baik akan membuat kita semakin terpuruk. Namun dia menekankan, percayalah bahwa hanya dengan berpikir positif dan optimis, kita mampu menuntaskan dan menaklukan segala tantangan dan rintangan yang menghadang.
“Kita sepakat, masa depan UNS memang sepenuhnya berada di tangan kita. Berbagai prestasi dan reputasi UNS tahun 2021, masih harus kita perjuangkan agar sukses setiap tahun,” tandasnya.
Seberapapun sukses yang diraih UNS, sambungnya, semua lewat kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas dan kesanggupan berjuang bersama dari seluruh pimpinan dan civitas akademika UNS.
Hal itu, menurut Prof. Jamal, berarti sinergi, kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci keberhasilan UNS yang sedang bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum atau PTNBH.
“Mandat PTNBH yang diberikan pemerintah kepada UNS, mengandung konsekuensi berupa tuntutan agar UNS dapat mewujudkan kemandirian dan daya saing institusi,” jelasnya.
Rektor UNS kembali mengingatkan, masa depan UNS dihadapkan pada berbagai program dan kegiatan berdasarkan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dicanangkan Ditjen Dikti Ristek, Kemdikbud Ristek, meliputi kinerja lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaborasi dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional.@tok