VISI.NEWS – Salah satu masjid yang memiliki nilai sejarah dan layak dikunjungi saat kita berada di Negara Singapura adalah Masjid Sultan Singapura.
Masjid yang memiliki kubah berbentuk bawang ini berada di 3 Muscat Street, Kampong Glam, Singapore 198833.
Masjid Sultan Singapura dibangun pada tahun 1824 Masehi untuk Sultan Hussein Shah yang merupakan Sultan pertama di Singapura.
Sir Stamford Raffles, pendiri Singapura memberikan $3.000 untuk konstruksi bangunan satu lantai dengan atap dua lapis. Selain itu banyak penduduk Bugis yang rela menjual harta dan kapal-kapalnya agar bisa turut serta menyumbang dana pembangunan masjid ini.
Pada saat itu memang banyak sekali pedagang muslim Jawa yang berdagang di Singapura. Karena itu desain Masjid Sultan Singapura mengandung unsur Jawa yang sangat kental.
Pada saat pembangunan masjid ini, beberapa umat Islam sekitar yang kurang mampu menyumbang ujung botol kaca yang didekorasi di setiap dasar kubah masjid. Hal ini menjadi bukti bahwa bukan hanya umat Islam yang mampu yang bisa menyumbang masjid ini.
Sekarang, Masjid Sultan Singapura dimiliki dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS).
Saat bulan Ramadan tiba, terdapat pasar malam di area masjid dan terdapat gerai makanan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Masjid Sultan Singapura berada di wilayah yang sangat strategis, pengunjung cuma butuh waktu 10 menit dari Bugis Street yang merupakan tempat yang super ramai dan populer yang berada di dekat Bugis Junction.
Masjid Sultan Singapura terletak di Kampong Gelam yang mengesankan ini merupakan titik utama masyarakat muslim di negeri Singapura.
Anda yang ingin beribadah di Masjid Sultan hendaknya membawa alat salat sendiri. Satu lagi yang perlu diingat bahwa kita perlu membawa air minum karena cuaca di Singapura ini cukup panas.
Jika kondisi sudah normal, tidak ada salahnya berkunjung ke masjid ini. Masjid yang tidak hanya megah tapi juga memiliki keistimewaan yang luar biasa dibandingkan masjid yang lain. @fen/sumber: akurat.co