VISI.NEWS | SUKABUMI – Warga Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger setelah ditemukan seorang perempuan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah aliran sungai kecil, Minggu (17/5/2026). Pada pergelangan tangan kirinya terdapat luka sayatan.
Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman menjelaskan, pada awalnya warga mengira perempuan itu telah meninggal dunia sehingga langsung melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 12.00, laporan itu diterima.
Laporan itu selanjutnya ditindaklanjuti oleh anggota polsek dengan petugas Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, wanita tersebut masih hidup.
“Wanita tersebut ternyata masih hidup, sehingga langsung dievakuasi ke sebuah klinik, karena tidak mampu kemudian di bawa ke RSUD Sekarwangi,” ujar Aah, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, mengenai luka sayatan pada pergelangan tangan belum dapat disimpulkan apa penyebabnya. Namun, kata Aah, diduga upaya bunuh diri.
“Mungkin upaya bunuh diri, karena ada luka sayatan di pergelangan tangan,” imbunya.
Sementara itu, Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengatakan perempuan tersebut berinisial A (23), warga Kampung Cipanas, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan.
Menurut Irman, perempuan itu seharusnya menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit karena luka di tangan kirinya menyebabkan urat putus. Namun, dia memilih pulang atas permintaan sendiri (APS).
Irman menyatakan perempuan itu pulang pada Minggu malam.
“Seharusnya dilanjut dirawat karena harus ada yang disambung urat di tangan putus. Cuman pasien menolak dirawat,” kata Irman, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, penanganan medis yang dilakukan terhadap korban meliputi jahitan pada sejumlah bagian tubuh.
“Luka jahitannya di tangan lima jahitan, di jidat dua jahitan, dan di dada dua jahitan. Untuk kondisi pasien bagus,” ujarnya.
Irman menambahkan, kondisi korban saat tiba di rumah sakit tidak dalam keadaan gawat darurat, meski tetap disarankan menjalani penanganan lanjutan.
“Posisinya tidak kegawatdaruratan. Seharusnya tetap ditindaklanjuti, cuman pasien minta pulang,” pungkasnya. @andri